Isyarat Nuklir dan Diplomasi Rapuh: Analisis Kritis Atas Ujian Senjata AS di Era Trump
Ilustrasi senjata nuklir (Pic: Grok) Isyarat Trump akan ujian senjata nuklir bukan sekadar retorika kosong — ia adalah pengingat bahwa doktrin militer lama masih hidup Tulisan ini mengkaji pernyataan Donald Trump yang diduga mengisyaratkan kemungkinan ujian senjata nuklir oleh Amerika Serikat pada 30 Oktober 2025. Dengan menggunakan kerangka analisis senjata pemusnah massal, doktrin deterrence, dan studi politik teknologi tinggi, penelitian ini menggali implikasi dari retorika nuklir yang meningkat dalam situasi ketegangan global. Isyarat tersebut bukan hanya soal militer, melainkan sinyal diplomasi keras terhadap rival geopolitik dan alat tawar yang bisa mengganggu stabilitas sistem keamanan internasional. Pendahuluan Senjata nuklir selama Perang Dingin telah menjadi bagian dari doktrin penjaga perdamaian yang paradoksal: “deterrence” melalui kehancuran total. Dalam periode pasca-Perang Dingin, retorika nuklir sempat mereda. Namun, pada Oktober 2025, Presiden AS Trump diseb...