Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hukum

Bully dalam Balutan Aliansi: Kritik Malcolm Turnbull terhadap Hegemoni Amerika Serikat di Era Trump

Gambar
Ilustrasi Malcolm Turnbull dan Donald Trump (Pic: Meta AI) Kritik Malcolm Turnbull terhadap pemerintahan Trump adalah lebih dari sekadar serangan personal Artikel ini mengevaluasi kritik mantan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull terhadap kebijakan dan perilaku Presiden Amerika Serikat Donald Trump, khususnya penyebutan Trump sebagai  “bully”  dalam konteks tatanan politik global yang berubah.  Melalui pendekatan hubungan internasional kritis dan realisme struktural, artikel ini menunjukkan bahwa kritik tersebut mencerminkan kegelisahan negara menengah terhadap dominasi hegemonik, ketegangan aliansi tradisional, dan perlunya strategi diplomatik yang adaptif di tengah disrupsi global.  Penelitian ini menggunakan data pernyataan politik, konteks AUKUS, serta dinamika kebijakan luar negeri Australia dalam hubungan dengan AS. Pendahuluan Pada Januari 2026, Malcolm Turnbull, mantan Perdana Menteri Australia, menyerukan kepada pemerintah Canberra untuk “mengakui rea...

Kalkulasi Perlawanan, Impunitas Negara, dan Korban Sipil: Analisis Kritis Strategi Hamas, Respons Israel, dan Kegagalan Tata Kelola Global (2023–2026)

Gambar
Ilustrasi korban sipil (Pic: AI Image Generator/ Meta AI) Selama kekerasan negara tetap dilegitimasi dan perlawanan rakyat terjajah dikriminalisasi, tragedi serupa akan terus berulang Konflik Gaza pasca-7 Oktober 2023 menandai eskalasi kekerasan yang menghasilkan korban sipil dalam skala masif, terutama di pihak Palestina.  Artikel ini menganalisis apakah tragedi tersebut dapat dipahami sebagai akibat dari kebodohan strategis Hamas, atau justru sebagai hasil dari interaksi kompleks antara kalkulasi perlawanan asimetris, impunitas struktural Israel, dan kegagalan sistem internasional dalam menegakkan hukum humaniter.  Dengan menggunakan pendekatan ekonomi politik konflik, teori deterrence asimetris, dan kritik hukum internasional, artikel ini berargumen bahwa kehancuran Gaza bukan sekadar konsekuensi dari satu aktor non-negara, melainkan produk sistemik dari tatanan global yang mentoleransi kekerasan negara selama dikemas sebagai “pembelaan diri”. Pendahuluan Pertanyaan publik ...