Postingan

Menampilkan postingan dengan label Nasional

Pria Dayak: Gagah, Jujur, Tangguh, dan Memiliki Karisma yang Tenang

Gambar
Ilustrasi (Pic: Grok AI) Pria Dayak adalah hutan. Hutan tidak banyak bicara, tetapi ia menyimpan kehidupan, ketahanan, dan kebijaksanaan yang terbentuk selama ribuan tahun Ketika mendengar kata  Dayak , banyak orang langsung membayangkan tubuh atletis, tato tradisional, telinga panjang, mandau, rumah panjang, serta hidup di pedalaman. Sebagian gambaran itu memiliki dasar sejarah, tetapi sebagian lagi merupakan stereotip yang terlalu disederhanakan. Yang sering terlupakan adalah bahwa  “Dayak” bukan satu suku , melainkan payung bagi ratusan subkelompok etnis di Kalimantan. Siapa Sebenarnya Orang Dayak? Istilah  Dayak  mencakup lebih dari  200 subetnis , antara lain: Ngaju Kenyah, Kayan, Iban, Ma’anyan, Benuaq, dan Ot Danum. Masing-masing memiliki bahasa, adat, pakaian, dan sejarah yang berbeda. Jadi mengatakan “orang Dayak” sama seperti mengatakan “orang Eropa”, benar sebagai kelompok besar, tetapi sangat beragam di dalamnya. Meng apa Banyak yang Dianggap Gagah? ...

Sambut Suasana Kemerdekaan RI Ke-81, TISI Luncurkan Buku Antologi Bersama Puisi Dwi Bahasa 'Bahasa Ibu, Bahasa Darahku'

Gambar
Kontributor : Lasman Simanjuntak   JAKARTA- Sambut suasana Hari Ulangtahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-81 komunitas sastra Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI) akan meluncurkan buku antologi bersama puisi dwi bahasa dengan tema "Bahasa Ibu, Bahasa Darahku" pada Sabtu, 8 Agustus 2026 mulai.pukul 14.00 WIB s/d pukul 16.30 WIB bertempat di Aula Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin, Gedung Ali Sadikin, Lantai 4, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Demikian dikatakan oleh Octavianus Masheka , Ketua Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI) kepada wartawan di Jakarta, Minggu pagi (2/8/2026). "Acara sastra ini akan dibuka dengan mendengar kata sambutan dari Nasruddin Djoko Surjono, Kepala Dispusip Provinsi DKI Jakarta " jelasnya. Menurut Bung Octa-panggilan akrabnya- acara sastra tahun 2026 ini merupakan seri ke-5 , dan akan terus berlanjut. "TISI mengadakan kegiatan merawat bahasa ibu dari beberapa daerah di seluruh  Indonesia setiap tah...

Pria Jawa, Filosofi Halus di Balik Keteguhan: Benarkah Santun, Kalem, Sabar, & Sulit Ditebak?

Gambar
Ilustrasi (Pic: Grok AI) Pria Jawa adalah sawah, tampak tenang, tidak banyak suara. Namun dari ketenangannya lahir kehidupan Pria Jawa sering memperoleh stereotip kalem, sopan, halus, sabar, “nrimo”, romantis tetapi tidak banyak bicara. Apakah semua itu benar? Sebagian memiliki akar sejarah dan budaya yang kuat. Namun seperti etnis lain, stereotip tersebut adalah kecenderungan sosial, bukan sifat yang dimiliki semua individu. Mengapa Terkenal Halus? Kalau ada satu kata yang paling melekat pada budaya Jawa, mungkin jawabannya adalah:  alus . Dalam filsafat Jawa, kekuatan tidak selalu ditunjukkan dengan suara keras. Justru kemampuan mengendalikan emosi, menjaga tutur kata, menghormati lawan bicara,  dipandang sebagai bentuk kedewasaan. Karena itu, banyak pria Jawa dibesarkan dengan nilai “menang tanpa ngasorake.”  Artinya menang tanpa merendahkan orang lain. Mengapa Sering Terlihat Kalem? Dalam psikologi budaya, masyarakat Jawa termasuk budaya yang relatif  high-contex...