Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ekonomi

Menyelamatkan WIKA atau Menyelamatkan Kepercayaan? Ketika Negara Diuji oleh Nasib Perusahaannya Sendiri

Gambar
Ilustrasi (Pic: Meta AI) Dalam ekonomi modern, kepercayaan adalah mata uang yang nilainya sering lebih besar daripada triliunan rupiah di neraca mana pun Ada satu kalimat yang terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya sangat berbahaya bagi sebuah negara: “Biarkan saja, nanti pasar yang menyelesaikan.” Kalimat itu mungkin masuk akal jika yang bermasalah adalah perusahaan swasta biasa.  Tetapi ketika yang dibicarakan adalah BUMN strategis seperti Wijaya Karya, persoalannya tidak lagi semata tentang satu saham. Yang dipertaruhkan adalah sesuatu yang jauh lebih mahal , yaitu kepercayaan terhadap kemampuan negara mengelola aset publik. WIKA Bukan Sekadar Kode Saham Dalam teori keuangan, saham hanyalah instrumen investasi. Tetapi dalam praktik politik ekonomi, BUMN adalah simbol. Ketika investor membeli saham BUMN, mereka tidak hanya membeli perusahaan.  Mereka juga membeli sebagian kepercayaan terhadap tata kelola negara, kualitas kebijakan, konsistensi regulasi, dan kemampuan pemer...

WIKA Disuspend dan Ironi Negara yang Sibuk Memasak Tapi Lupa Memperbaiki Mesin Dapurnya

Gambar
Ilustrasi suspensi saham (Pic: Grok AI) Krisis ekonomi sering tidak dimulai dari ledakan besar. Kadang ia dimulai dari satu saham yang diam terlalu lama. Lalu pasar mendengar kesunyian itu Ada sesuatu yang tragis sekaligus absurd ketika saham milik negara seperti Wijaya Karya atau WIKA, bukan sekadar turun, tetapi seperti pasien ICU yang monitor jantungnya masih bunyi  tiiit… tiiit…  sementara keluarga pura-pura bilang, “masih sehat kok.” Padahal pasar modal bukan kasino receh tempat orang kaya bermain poker sambil ngopi latte. Bursa adalah denyut kepercayaan terhadap masa depan ekonomi negara.  Dan ketika BUMN konstruksi raksasa mulai limbung, itu bukan cuma urusan trader galau di aplikasi sekuritas. Itu alarm struktural. Alarm beton retak di fondasi ekonomi negara. Ketika BUMN Menjadi “Zombie Korporasi” WIKA dulu simbol kebanggaan pembangunan nasional. Jalan tol, pelabuhan, LRT, bendungan, gedung pencakar langit.  Ia pernah diperlakukan seperti titan pembangunan er...