Postingan

Menampilkan postingan dengan label Inspiratif

Dihadiri Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon , 81 Penyair Indonesia Bicara Tentang Indonesia 'Merdeka Katamu'

Gambar
  Kontributor : Lasman Simanjuntak JAKARTA- Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menurut rencana akan menjadi pembicara utama peluncuran buku antologi puisi 81 penyair bicara tentang Indonesia  "Merdeka Katamu" yang akan diikuti dengan parade baca puisi oleh Taufiq Ismail, Sutardji Calzoum Bachri, Jose Rizal Manua, dan masih banyak lagi. Acara sastra-masih dalam rangkaian HUT Kemerdekaan RI ke 81 tahun-  dimana TISI sebagai penggagas dan pelaksana, akan berlangsung di Aula Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin, Lantai 4, Gedung Panjang Ali Sadikin, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Minggu 6 September 2026 mulai.pukul 13.30 WIB s/d pukul 17.30 WIB. "Kami mengundang para seniman dan budayawan di Jakarta untuk menghadiri  peluncuran buku antologi puisi 81 penyair bicara tentang Indonesia  'Merdeka Katamu' yang nanti juga akan diikuti diskusi berhadiah buku dan uang tunai," ujar Octavianus Masekha , Ketua Taman Inspirasi Sastra In...

Pria Dayak: Gagah, Jujur, Tangguh, dan Memiliki Karisma yang Tenang

Gambar
Ilustrasi (Pic: Grok AI) Pria Dayak adalah hutan. Hutan tidak banyak bicara, tetapi ia menyimpan kehidupan, ketahanan, dan kebijaksanaan yang terbentuk selama ribuan tahun Ketika mendengar kata  Dayak , banyak orang langsung membayangkan tubuh atletis, tato tradisional, telinga panjang, mandau, rumah panjang, serta hidup di pedalaman. Sebagian gambaran itu memiliki dasar sejarah, tetapi sebagian lagi merupakan stereotip yang terlalu disederhanakan. Yang sering terlupakan adalah bahwa  “Dayak” bukan satu suku , melainkan payung bagi ratusan subkelompok etnis di Kalimantan. Siapa Sebenarnya Orang Dayak? Istilah  Dayak  mencakup lebih dari  200 subetnis , antara lain: Ngaju Kenyah, Kayan, Iban, Ma’anyan, Benuaq, dan Ot Danum. Masing-masing memiliki bahasa, adat, pakaian, dan sejarah yang berbeda. Jadi mengatakan “orang Dayak” sama seperti mengatakan “orang Eropa”, benar sebagai kelompok besar, tetapi sangat beragam di dalamnya. Meng apa Banyak yang Dianggap Gagah? ...

Pria Jawa, Filosofi Halus di Balik Keteguhan: Benarkah Santun, Kalem, Sabar, & Sulit Ditebak?

Gambar
Ilustrasi (Pic: Grok AI) Pria Jawa adalah sawah, tampak tenang, tidak banyak suara. Namun dari ketenangannya lahir kehidupan Pria Jawa sering memperoleh stereotip kalem, sopan, halus, sabar, “nrimo”, romantis tetapi tidak banyak bicara. Apakah semua itu benar? Sebagian memiliki akar sejarah dan budaya yang kuat. Namun seperti etnis lain, stereotip tersebut adalah kecenderungan sosial, bukan sifat yang dimiliki semua individu. Mengapa Terkenal Halus? Kalau ada satu kata yang paling melekat pada budaya Jawa, mungkin jawabannya adalah:  alus . Dalam filsafat Jawa, kekuatan tidak selalu ditunjukkan dengan suara keras. Justru kemampuan mengendalikan emosi, menjaga tutur kata, menghormati lawan bicara,  dipandang sebagai bentuk kedewasaan. Karena itu, banyak pria Jawa dibesarkan dengan nilai “menang tanpa ngasorake.”  Artinya menang tanpa merendahkan orang lain. Mengapa Sering Terlihat Kalem? Dalam psikologi budaya, masyarakat Jawa termasuk budaya yang relatif  high-contex...