Epistemologi Lailatul Qadr: Simbolisme “Seribu Bulan”, Strategi Teologis Ketidakpastian, dan Filsafat Waktu dalam Islam
Ilustrasi (Pic: Grok AI) Nilai suatu waktu tidak ditentukan oleh durasinya, tetapi oleh intensitas kehadiran manusia di hadapan Tuhan Lailatul Qadr merupakan salah satu konsep spiritual paling misterius dalam Islam. Dalam Qur’an Surah Al-Qadr, malam tersebut digambarkan “lebih baik dari seribu bulan”. Namun Al-Qur’an tidak menyebutkan tanggal pasti kemunculannya. Artikel ini menganalisis fenomena tersebut melalui tiga pendekatan: (1) strategi teologis ketidakpastian waktu dalam tradisi Islam, (2) simbolisme angka dalam bahasa Arab Qur’ani, dan (3) filsafat pengalaman waktu religius. Studi ini menunjukkan bahwa ketidakpastian waktu Lailatul Qadr berfungsi sebagai mekanisme spiritual yang mendorong intensitas ibadah, sementara metafora “seribu bulan” kemungkinan merupakan simbol hiperbolik yang menunjukkan kualitas spiritual yang melampaui kalkulasi waktu biasa. Pendahuluan Dalam Surah Al-Qadr disebutkan: “Lailatul Qadr lebih baik daripada seribu bulan.” Ayat...