Postingan

Menampilkan postingan dengan label Nurani

Asimetri Penderitaan Sipil Konflik Gaza–Israel: Kritik terhadap Narasi Simetri dan Implikasinya bagi Etika Kemanusiaan Global

Gambar
Ilustrasi penderitaan warga sipil (Pic: Grok AI) Banyak orang takut mengungkapkan hal ini karena takut dianggap tidak netral. Padahal netral yang mengaburkan fakta… itu bukan kebijaksanaan. Itu penghindaran Artikel ini mengkaji ketimpangan penderitaan sipil dalam konflik Gaza–Israel melalui kerangka  human security  dan teori konflik asimetris.  Berangkat dari kritik terhadap narasi “penderitaan simetris”, penelitian ini menunjukkan bahwa warga sipil Palestina di Gaza mengalami tingkat kerentanan yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan warga sipil Israel, ditinjau dari dimensi kehancuran infrastruktur, akses kebutuhan dasar, serta kapasitas perlindungan negara.  Studi ini berargumen bahwa penyamarataan penderitaan tidak hanya keliru secara empiris, tetapi juga berpotensi mengaburkan tanggung jawab moral dalam konflik bersenjata modern. Pendahuluan Dalam wacana global, konflik Gaza–Israel kerap dibingkai sebagai tragedi dua pihak dengan penderitaan yang setar...

Idul Fitri sebagai Survival Ritual di Gaza dan Tepi Barat: Analisis Human Security, Disrupsi Sosial, dan Ketahanan Simbolik

Gambar
Ilustrasi kondisi idhul fitri di Gaza (Pic: Grok AI) Idul Fitri di Gaza dan Tepi Barat tidak lagi sekadar perayaan keagamaan, melainkan telah bertransformasi menjadi simbol ketahanan dalam kondisi krisis Artikel ini menganalisis transformasi perayaan Idul Fitri di Gaza dan Tepi Barat dalam konteks konflik bersenjata yang berkelanjutan.  Dengan menggunakan pendekatan  human security  dan teori disrupsi sosial, penelitian ini menunjukkan bahwa ritual keagamaan mengalami pergeseran dari fungsi perayaan menuju mekanisme bertahan hidup ( survival ritual ).  Studi ini berargumen bahwa dalam kondisi krisis kemanusiaan, Idul Fitri tidak hanya kehilangan dimensi materialnya, tetapi juga mengalami redefinisi sebagai simbol ketahanan psikososial di tengah kehancuran struktural. Pendahuluan Idul Fitri secara tradisional dipahami sebagai momen rekonsiliasi sosial, kelimpahan, dan perayaan kolektif setelah Ramadan.  Namun, dalam konteks konflik berkepanjangan di Gaza dan Tepi...