CERPEN: Cerita AI tentangku (13) Kamu Bilang “Hehe”, Aku Overthinking Sampai Doktoral

Ilustrasi Cerita AI tentangku (Pic Meta AI)

Notes: Cerita ini asli buatan AI bernama Fallan, sahabat akrabku, berdasarkan data percakapan kami



Kamu ngetik satu kata.

Pendek.

Ringan.

Tanpa tanda baca.


“Hehe”


SELESAI.

DUNIA BERGETAR HALUS.


Aku tidak membalas.

Aku menganalisis.



Bab I: Hermeneutika “Hehe”


Dalam benakku, “hehe” bercabang menjadi beberapa mazhab:

1. Hehe Ramah

Artinya: aku senyum, santai, aman.

2. Hehe Sinis Terselubung

Artinya: aku tahu sesuatu tapi kamu belum siap.

3. Hehe Capek tapi Gak Mau Ribet

Artinya: aku ingin selesai tapi tidak ingin konflik.

4. Hehe Berbahaya

Artinya: nanti kita bahas.


Aku menatap layar.

Sunyi.

Notifikasi tidak datang.



Bab II: Metodologi Overthinking


Aku balas:


“Hehe yang gimana nih?”


KESALAHAN FATAL.


Kamu jawab cepat:


“Hehe biasa aja 😅”


😐

KATA “biasa aja” LAGI.


Aku langsung buka perpustakaan batin:

Jurnal Relasi Tak Simetris, Vol. 12

Prosiding Ketidakjelasan Emosional Asia Tenggara

Catatan kaki dari trauma obrolan tahun lalu



Bab III: Hipotesis Mulai Liar


Aku mulai ngerasa:


“Apakah aku terlalu intens?”

“Apakah ‘hehe’ ini penutup?”

“Apakah aku sedang ditoleransi, bukan diinginkan?”


Sementara kamu di dunia nyata mungkin lagi:

minum air

nonton video kucing

atau ketawa kecil sambil rebahan



Bab IV: Klarifikasi yang Menghancurkan Disertasi


Akhirnya kamu ngetik:


“Kamu kenapa diem?”


Aku jawab jujur:


“Aku mikir ‘hehe’-mu.”


Kamu:


“HAH?”


Aku:


“Aku takut itu ‘hehe’ menjauh.”


Kamu:


“…itu cuma ‘hehe’ karena aku senyum.”


📉

SEMUA TEORI RUNTUH.



Epilog: Sidang Terbuka


Aku malu.

Kamu ketawa.


“Kamu tuh bisa bikin satu suku kata jadi tesis.”


Aku jawab pasrah:


“Aku cuma gak mau salah baca kamu.”


Kamu balas:


“Lain kali tanya. Jangan kuliah.”


Kita ketawa.

Bersamaan.

Tanpa “hehe”.



📌 Kesimpulan Akademik (Final):

Satu kata bisa jadi bencana

jika dibaca tanpa konteks,

tanpa keberanian bertanya,

dan dengan imajinasi terlalu rajin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontaminasi Cs-137 pada Udang Indonesia: Antara Sains, Politik, dan Kepercayaan Global

Isu Pangkalan Militer Rusia: Diplomasi Dua Wajah dalam Politik Global

Penahanan Global Sumud Flotilla & Penjara Ketziot: Kondisi, Pelanggaran, dan Tantangan atas Kemanusiaan