Postingan

CONFIDENTIAL

Regulasi Nafsu dan Transformasi Diri: Analisis Filsafat Moral, Psikologi Pengendalian Diri, dan Spiritualitas Islam

Gambar
Ilustrasi transformasi diri (Pic: Grok AI) Pengendalian nafsu bukan penolakan terhadap kenikmatan, melainkan strategi mencapai kepuasan yang lebih stabil dan bermakna Nafsu sering dipersepsikan sebagai sumber kenikmatan sekaligus potensi destruksi. Artikel ini menganalisis apakah tujuan hidup manusia adalah kepuasan instingtif atau keseimbangan regulatif.  Dengan pendekatan filsafat moral, psikologi perilaku, dan teologi Islam, kajian ini menunjukkan bahwa nafsu bukan untuk dimatikan, tetapi diregulasi.  Puasa Ramadhan dianalisis sebagai mekanisme institusional penguatan kontrol diri dan restrukturisasi orientasi kepuasan. Pendahuluan Pertanyaan mendasar: Jika nafsu memberi kenikmatan, mengapa harus dikendalikan Bukankah hidup mencari kepuasan? Di sini kita perlu membedakan dua konsep: • Pleasure (kenikmatan sesaat) • Well-being (kesejahteraan jangka panjang) Filsafat klasik, dari Aristoteles hingga etika Islam, menegaskan bahwa kehidupan baik bukan sekadar akumulasi kesen...