Rahmatan lil ‘Alamin & Etika Kurban: Kesejahteraan Hewan, Stres Ternak dan Krisis Empati Praktik Idul Adha Modern
Ilustrasi (Pic: Grok AI) Kadang ada pola pikir “ngapain dimanja, toh besok dipotong” padahal dalam Islam hewan kurban bukan benda mati melainkan makhluk hidup yang memiliki rasa sakit dan ketakutan Perayaan Idul Adha merupakan simbol pengorbanan, ketakwaan, dan kasih sayang dalam Islam. Namun, meningkatnya kasus ternak mengamuk, stres ekstrem, hingga insiden korban jiwa selama proses distribusi dan penyembelihan menunjukkan adanya problem serius dalam implementasi etika kesejahteraan hewan ( animal welfare ). Tulisan ini membahas hubungan antara stres fisiologis ternak, etika Islam terhadap hewan, dan degradasi makna spiritual kurban dalam praktik modern. Analisis ini menunjukkan bahwa pengorbanan dalam Islam bukan sekadar penyembelihan biologis, melainkan juga penghormatan terhadap makhluk hidup yang dikorbankan. Mengapa Banyak Sapi Mengamuk Saat Idul Adha? Fenomena sapi mengamuk bukan sekadar “hewan liar”. Dalam ilmu perilaku hewan ( animal behavior science ),...