Tak Terlihat Berarti Tak Ada? Neraka, Akuntabilitas Moral, dan Kesalahan Epistemik Skeptisisme Modern
Ilustrasi (Pic: Grok AI) Keyakinan pada pertanggungjawaban akhir adalah yang menjaga manusia tetap manusia , bukan kambing yang dilepas tanpa arah Skeptisisme terhadap Tuhan, akhirat, dan neraka sering bertumpu pada argumen empiris: “tidak terlihat, maka tidak ada.” Artikel ini menunjukkan bahwa argumen tersebut keliru secara epistemologis, tidak konsisten secara ontologis, dan rapuh secara etis. Dengan menggabungkan filsafat pengetahuan, teologi Islam, dan teori tanggung jawab moral, tulisan ini membuktikan bahwa penolakan terhadap realitas metafisik justru meruntuhkan dasar makna, keadilan, dan keberadaan manusia itu sendiri. Pendahuluan Dalam filsafat ilmu modern, ketiadaan bukti empiris bukan bukti ketiadaan. Banyak entitas nyata—seperti quark, medan gravitasi, atau kesadaran—diterima sebelum dapat “dilihat”. Maka, menolak neraka atau akhirat semata karena “belum terlihat” adalah kesalahan epistemik klasik ( argument from ignora...