Ambang Invasi dan Psikologi Perang: Ancaman “Hujan Api” Iran, Deploy AS, dan Resistensi Domestik dalam Konflik 2026
Ilustrasi hujan api (Pic: Grok AI) Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh superioritas militer, tetapi juga oleh moral pasukan dan dukungan publik Studi ini menganalisis dinamika eskalasi konflik Iran–Amerika Serikat per 30 Maret 2026, dengan fokus pada ancaman invasi darat, retorika militer Iran, mobilisasi pasukan AS, serta resistensi domestik di Amerika Serikat. Menggunakan kerangka deterrence theory , civil-military relations , dan war legitimacy , penelitian ini menunjukkan bahwa konflik tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh psikologi kolektif tentara dan tekanan publik domestik. Temuan menunjukkan adanya ketegangan antara kesiapan militer dan legitimasi politik yang berpotensi memengaruhi efektivitas operasi militer. Pendahuluan Pernyataan keras dari parlemen Iran tentang kesiapan melancarkan “hujan api” terhadap pasukan AS menandai fase baru dalam konflik: dari serangan jarak jauh menuju kemungkinan konfrontasi darat. Di si...