Flávio Bolsonaro Kalah Pilpres Putaran Kedua: Suaka di Miami, Demokrasi di Brasil
Ilustrasi (Pic: Meta AI) Seorang politisi yang mengklaim dirinya mewakili kehendak rakyat justru harus meninggalkan negaranya untuk mempertahankan panggung politiknya Politik internasional sudah seperti drama keluarga yang modalnya pesawat pribadi, surat terbuka, dan seorang presiden yang merasa kalah pemilu berarti dirinya baru saja menjadi korban kudeta. Tapi ada satu detail yang membuat ceritanya jauh lebih menarik daripada sekadar, “anak Bolsonaro kabur ke Miami, lalu Trump menyediakan sofa politik.” Flávio Bolsonaro memang pergi ke Amerika Serikat setelah kalah dari Lula, sempat menyebut dirinya presiden terpilih yang sah, lalu mengubah klaimnya menjadi pemimpin oposisi Brasil. Trump kemudian mengatakan ia boleh tinggal di AS selama yang ia inginkan. Namun, izin tinggal dan dukungan politik adalah dua hal yang berbeda. Mari kita bedah apakah menjadi sekutu Washington bisa menjadi semacam asuransi politik bagi elite yang kalah di negaranya sendiri? Kalah, Pergi, lalu Mengklaim...