Warga Palestina di Tepi Barat: Institusionalisasi Ketimpangan dan Hukuman Gantung dalam Sistem Peradilan Ganda
Momen Ben-Gvir merayakan pengesahan UU hukuman mati di Knesset (Pic: Grok AI) Ketika hukum tidak netral, tidak setara, maka hukum kehilangan fungsi utamanya sebagai penjaga keadilan Studi ini menganalisis ketimpangan sistem hukum yang diterapkan terhadap warga Palestina dan warga Israel di Tepi Barat. Dengan menggunakan kerangka dual legal system, biopolitik, dan hukum humaniter internasional, penelitian ini menunjukkan adanya diferensiasi struktural dalam proses peradilan, termasuk penggunaan pengadilan militer untuk warga Palestina dan pengadilan sipil untuk warga Israel. Temuan mengindikasikan bahwa ketimpangan ini menghasilkan disparitas signifikan dalam vonis, termasuk potensi penerapan hukuman mati yang tidak simetris. Pendahuluan Tepi Barat merupakan wilayah dengan konfigurasi hukum yang unik dan kontroversial. Dua populasi yang hidup dalam ruang geografis yang sama tunduk pada dua sistem hukum berbeda: • Warga Palestina → pengadilan militer • Warga Israel →...