Predator di Balik Wajah Orang Baik: Grooming, Penyalahgunaan Kepercayaan, & Cara Memutus Rantai Kekerasan Seksual Anak
Ilustrasi (pic: Grok AI) Ciptakan kondisi agar predator sulit menemukan akses, sulit melakukan grooming, sulit membungkam korban, dan cepat terdeteksi ketika mencoba melanggar batas Kita sering mengajari anak “Jangan ikut orang asing.” Padahal ancaman tidak selalu datang dari orang asing. WHO menekankan bahwa kekerasan terhadap anak dapat terjadi di rumah, sekolah, lembaga pengasuhan, maupun lingkungan lain dan dilakukan oleh orang tua, pengasuh, figur berotoritas, teman sebaya, pasangan remaja, ataupun orang asing. Karena itu, strategi perlindungan anak harus berubah dari “Waspada terhadap orang asing.” menjadi “Waspada terhadap perilaku yang melanggar batas, siapa pun pelakunya.” Mengapa Pelaku Bisa menjadi Guru, Pelatih, Pastor, Pendeta, Ustadz, atau Pengasuh? Karena posisi tersebut menyediakan sesuatu yang sangat berharga bagi predator , yaitu akses ditambah kepercayaan dan otoritas. Seorang pelatih bisa memiliki akses rutin kepada anak, seorang ...