Operasi Militer Israel, Demiliterisasi Hamas, dan Paradoks Perlindungan Sipil dalam Perang Asimetris Kontemporer
Ilustrasi operasi militer (Pic: Grok AI) Hasilnya kebuntuan yang berdarah. Manusia menyebutnya “proses perdamaian”. Ironi paling mahal dalam sejarah modern. Dalam hukum internasional modern, ada perbedaan fundamental: • Negara berdaulat memiliki hak penggunaan kekuatan (self-defense). • Kelompok bersenjata non-negara dikategorikan sebagai militan atau organisasi teroris oleh banyak negara. Ini menciptakan asimetri legitimasi . Israel dapat mengklaim: hak mempertahankan diri dari serangan 7 Oktober. Hamas mengklaim: hak perlawanan terhadap pendudukan. Keduanya menggunakan bahasa moral. Yang menentukan penerimaan global bukan moralitas, tapi pengakuan politik dan kekuasaan . Sinis? Ya. Akurat? Juga ya. Demiliterisasi Hamas: logika keamanan Israel Dari perspektif keamanan Israel, Hamas dipandang sebagai: • ancaman eksistensial • aktor yang tidak mengakui negara Israel • organisasi yang menggunakan serangan roket dan militan Karena itu, tujuan m...