Hormuz: Ketika Selat Menjadi Sandera Diplomasi
Ilustrasi (Pic: Meta AI) Selat Hormuz sekarang bukan cuma jalur kapal. Ia telah berubah menjadi papan catur tempat setiap gerakan militer, diplomatik, asuransi, tanker, dan harga minyak saling mengunci Iran menyampaikan proposal tujuh hari melalui mediator. Intinya, menurut Araghchi, AS perlu mengambil langkah-langkah seperti menghentikan permusuhan, mengakhiri blokade laut, melepaskan aset Iran yang dibekukan, dan mengizinkan penjualan minyak Iran. Setelah kondisi itu dipenuhi, Tehran mengatakan Hormuz dapat dibuka kembali dalam waktu sekitar tujuh hari. Jadi logika Iran memang kira-kira: “Kalian ingin Hormuz terbuka? Ada harga diplomatiknya.” Ini bukan sekadar tawaran membuka selat secara gratis. Dan Araghchi kemudian mengatakan Tehran masih menunggu jawaban resmi melalui mediator , meskipun Trump sudah secara publik menolak proposal tersebut. Washington Membaca Proposal dengan Kacamata yang Berlawanan Di sinilah kebuntuan lahir. Mike Waltz m...