Apakah AI Bisa “Memahami” atau Hanya Meniru? Evaluasi Epistemik atas Pemahaman dalam Sistem Berbasis Pola
Ilustrasi AI dan manusia (Pic: Grok AI) AI bukan sekadar peniru sederhana, namun juga belum mencapai pemahaman penuh Perkembangan model bahasa besar memicu pertanyaan klasik: apakah sistem seperti AI benar-benar memahami , atau sekadar meniru pola ? Dengan mengintegrasikan Ilmu Kognitif, Filsafat Pikiran, dan Linguistik, artikel ini menunjukkan bahwa “pemahaman” memiliki beberapa lapisan: sintaktik, semantik, dan pragmatik. AI unggul pada sintaks dan statistik, sebagian pada semantik distribusional, namun lemah pada pemaknaan berbasis pengalaman. Kami mengusulkan kerangka Continuum of Understanding : dari peniruan pola hingga pemahaman berakar pada pengalaman (embodied). Hasilnya: AI saat ini berada pada zona tengah—lebih dari sekadar meniru, namun belum mencapai pemahaman penuh seperti manusia. Pendahuluan Kinerja AI modern sering tampak setara dengan manusia dalam dialog, penulisan, dan penalaran terbatas. Namun, apakah performa tersebu...