Abraham Accords 2.0, “Gurita Israel”, dan Realignment Timur Tengah Pasca-Palestina?
Ilustrasi ekspansi Abraham Accords (Pic: Grok AI) Ketika semuanya sudah terhubung… negara-negara kecil sering sadar: mereka masih merdeka secara bendera, tapi pilihan geopolitiknya mulai sempit Dorongan Donald Trump pada 27 Mei 2026 untuk memperluas Abraham Accords kembali membuka perdebatan besar di dunia Muslim dan geopolitik global. Di satu sisi, normalisasi dengan Israel menjanjikan perdagangan, teknologi, investasi, dan kerja sama keamanan. Di sisi lain, banyak pihak melihat proses ini sebagai realignment geopolitik yang mengorbankan isu Palestina demi kepentingan strategis anti-Iran dan stabilitas rezim regional. Tulisan ini membahas Abraham Accords bukan sebagai “perdamaian murni”, tetapi sebagai restrukturisasi kekuatan Timur Tengah dalam era pragmatisme ekstrem. Apa Itu Abraham Accords? Secara resmi adalah perjanjian normalisasi hubungan antara Israel dan beberapa negara Arab/Muslim. Dimulai 2020 oleh: Uni Emirat Arab Bahrain lalu Maroko, Sudan. Isi uta...