Eskalasi Kekerasan Gaza & Tepi Barat di Tengah Perang Iran–Israel: Analisis Interseksi Konflik Regional dan Kekerasan Lokal dalam Perspektif Asimetri Kekuasaan
Ilustrasi Gaza (Pic: Grok AI) Perang besar sering memberi ruang bagi kekerasan yang lebih sunyi… tapi lebih bebas. Dan yang sunyi itu, biasanya yang paling lama dibiarkan Artikel ini menganalisis fenomena peningkatan kekerasan di Gaza dan Tepi Barat selama berlangsungnya perang Iran–Israel (2026). Dengan menggunakan pendekatan konflik asimetris dan teori distraksi geopolitik, penelitian ini menunjukkan bahwa eskalasi konflik regional tidak meredam kekerasan lokal, tetapi justru memperparahnya. Data menunjukkan peningkatan serangan militer, kekerasan pemukim, serta pembatasan mobilitas warga Palestina, yang terjadi bersamaan dengan menurunnya perhatian internasional. Studi ini berargumen bahwa konflik regional menciptakan “ruang oportunistik” bagi intensifikasi kontrol teritorial dan kekerasan struktural. Pendahuluan Konflik Iran–Israel 2026 sering dipahami sebagai perang antarnegara dengan dampak regional. Namun, dinamika di lapangan menunjukkan bahwa konflik ini...