Manusia Memilih Tuhan atau Otaknya Memang Dirancang Membutuhkan Tuhan? Neurosains, Fitrah & Problem Ketuhanan dalam Kesadaran Manusia
Ilustrasi (Pic: Grok AI) Mengapa di tengah kemajuan teknologi, kekuasaan, dan ilmu pengetahuan, manusia tetap memiliki ruang kosong yang tidak sepenuhnya bisa diisi oleh dunia? Kepercayaan terhadap Tuhan merupakan fenomena lintas peradaban yang muncul hampir di seluruh sejarah manusia. Pertanyaan besar kemudian muncul: apakah manusia secara bebas “memilih” Tuhan melalui refleksi rasional dan spiritual, ataukah otak manusia sejak awal memang memiliki kecenderungan biologis dan psikologis untuk mencari entitas transenden? Tulisan ini mengkaji persoalan tersebut melalui pendekatan neurosains, psikologi evolusioner, filsafat agama, dan teologi Islam. Analisis menunjukkan bahwa kebutuhan manusia terhadap Tuhan kemungkinan merupakan hasil interaksi kompleks antara struktur kognitif, pengalaman eksistensial, serta konsep fitrah dalam Islam yang memandang kecenderungan menuju Tuhan sebagai bagian bawaan dari penciptaan manusia. Kenapa Hampir Semua Peradaban Mencari...