Dari Perlindungan Kapal Dagang ke Perubahan Rezim? Menilai Tujuan Strategis Intervensi AS terhadap Iran dalam Perspektif Hubungan Internasional
Ilustrasi (Pic: Grok AI) “Dalam politik internasional, peluru sering kali ditembakkan dengan bahasa keamanan, tetapi dibaca oleh sejarah sebagai perebutan kekuasaan.” Sejak dimulainya operasi militer AS terhadap Iran pada 2026, narasi resmi Washington menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan respons terhadap ancaman terhadap pelayaran internasional di Selat Hormuz dan ditujukan untuk menjaga stabilitas kawasan. Namun, di luar pernyataan resmi, muncul pertanyaan yang jauh lebih mendasar: Apakah operasi ini semata-mata bertujuan melindungi kebebasan navigasi, atau merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengubah konfigurasi politik Iran? Pertanyaan ini bukan sekadar retorika. Dalam kajian hubungan internasional, membedakan alasan langsung (proximate cause) dari tujuan strategis (strategic objective) merupakan langkah awal sebelum menarik kesimpulan. Politik Internasional Tidak Pernah Bergerak oleh Satu Motif Realisme, salah satu teori d...