Pembunuhan Terarah, Sinyal Intelijen Terbuka, dan Penerapan Selektif Hukum Internasional: Rekonfigurasi Kedaulatan dalam Hegemoni Hibrida Abad ke-21
Ilustrasi sinyal intelijen (Pic: Grok AI) Pertanyaannya bukan lagi apakah sistem internasional adil, melainkan: siapa yang memiliki kapasitas untuk mendefinisikan apa yang disebut adil Artikel ini menganalisis integrasi tiga fenomena kontemporer dalam politik internasional: praktik pembunuhan terarah terhadap elite negara, penggunaan sinyal intelijen yang dipublikasikan secara strategis, dan penerapan hukum internasional secara selektif oleh aktor dominan. Dengan pendekatan realisme struktural, teori deterrence, serta kajian hukum internasional kritis, studi ini berargumen bahwa ketiganya membentuk pola baru yang disebut sebagai hegemoni hibrida . Dalam pola ini, kekuatan militer, kontrol narasi, dan legitimasi normatif bekerja simultan untuk merekonfigurasi konsep kedaulatan negara. Studi ini menunjukkan bahwa tatanan internasional kontemporer tidak runtuh, melainkan bertransformasi menjadi sistem hierarkis dengan fleksibilitas hukum yang bergantung pada d...