Al-Qur’an dan Sains: Analisis Epistemologis atas Fakta, Batas, dan Makna
Ilustrasi (Pic: Grok AI) Wahyu memberi legitimasi kosmik pada pencarian ilmiah. Sedangkan sains, memperluas rasa takjub religius tanpa menggantikan iman Artikel ini membahas klaim populer bahwa Al-Qur’an “sering selaras dengan sains” dengan pendekatan akademik lintas disiplin yang melibatkan filsafat sains, hermeneutika teks suci, dan epistemologi Islam. Tujuan tulisan ini bukan untuk membuktikan Al-Qur’an melalui sains, melainkan untuk mengklarifikasi bentuk keselarasan yang sah secara ilmiah, membedakan antara korespondensi makna dan verifikasi metodologis, serta menghindari kekeliruan hermeneutik yang kerap muncul dalam narasi scientific miracles of the Qur’an . Artikel ini berargumen bahwa keselarasan tersebut nyata, signifikan, dan bermakna, namun harus dipahami dalam kerangka epistemik yang tepat agar tidak mereduksi wahyu menjadi buku sains atau menundukkan sains pada tafsir teologis. Pendahuluan Dalam beberapa dekade terakhir, wacana tentang hubungan Al-Qur’an ...