Iran, Israel, dan Logika Proxy Warfare dalam Sistem Keamanan Timur Tengah
Ilustrasi konflik (Pic: Grok AI) Dalam sistem internasional, moralitas jarang menjadi variabel dominan. Kepentingan dan keamanan jauh lebih keras kepala Secara formal, tidak ada deklarasi perang. Namun dalam literatur keamanan, ada konsep: extended deterrence. AS menjaga Israel sebagai sekutu utama. Jika Israel merasa terancam eksistensial, AS cenderung memberi dukungan militer atau diplomatik. Iran dipandang sebagai ancaman karena: • Program nuklirnya • Dukungan terhadap kelompok seperti Hezbollah, Hamas, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Dalam kacamata Washington, ini bukan soal Palestina saja. Ini soal balance of power regional. Apakah Iran hanya “membela Palestina”? Ini narasi yang kuat secara moral. Tapi dalam analisis kali ini, kita lihat kepentingan strategis. Iran menggunakan dukungan pada Palestina untuk: • memperluas pengaruh regional • menekan Israel tanpa perang langsung • memperkuat legitimasi domestik dan regional Konsepnya disebut: ...