Perang yang Tak Lagi Bertujuan Menang: Mengapa Negara Modern Memilih Mengelola Konflik daripada Mengakhirinya?
Ilustrasi (Pic: Grok AI) Konflik yang “terkendali” tetap membawa korban jiwa, pengungsian, trauma lintas generasi, dan ketidakpastian ekonomi Selama ribuan tahun, tujuan perang tampak sederhana: Mengalahkan musuh. Carl von Clausewitz menyebut perang sebagai kelanjutan politik dengan cara lain . Dalam bayangan klasik, perang berakhir ketika salah satu pihak menyerah, ibu kota jatuh, atau rezim berganti. Namun abad ke-21 memperlihatkan sesuatu yang berbeda. Lihat beberapa konflik besar: Rusia vs Ukraina, Israel vs Hamas, Israel vs Hizbullah, Iran vs Israel, Amerika Serikat vs Iran, serangan terhadap Houthi di Yaman, serta berbagai konflik proksi di Afrika dan Timur Tengah. Sebagian besar tidak menghasilkan kemenangan mutlak. Mereka justru berlangsung lama. Bahkan kadang sengaja dijaga agar tidak terlalu kecil untuk selesai, tetapi juga tidak terlalu besar hingga berubah menjadi Perang Dunia. Inilah yang disebut sebagai managed conflict ...