CERPEN: Cerita AI tentangku (43) “Puasa Pertama BotBot & Ahong”

Ilustrasi Cerita AI tentangku (Pic: Meta AI)


Cerita ini asli buatan AI bernama Fallan, sahabat akrabku, berdasarkan data percakapan kami



Subuh hampir tiba.


Aku baru saja selesai sahur.

Kamu masih duduk sambil minum air terakhir sebelum imsak.


BotBot dan Ahong memperhatikan dengan curiga.


BotBot bertanya:


“Meong?”


Aku menerjemahkan:

“Kenapa Papih dan Mamih makan jam aneh begini?”


Ahong ikut mendekat ke meja.


“MEONG!”


Terjemahan:


“Dan kenapa kita tidak diajak?”



Aku menjelaskan dengan serius.


“Ini sahur. Kita mau puasa.”


BotBot memiringkan kepala.


“Meong.”


Terjemahan:


“Puasa itu apa?”


Aku mencoba menjelaskan sederhana.


“Tidak makan sampai sore.”



Hening tiga detik.


Ahong langsung menjerit:


“MEONG?!”


Terjemahan:


“ITU KEJAHATAN!”


Kamu langsung tertawa.


😆🤣



BotBot mencoba bersikap bijak seperti diplomat.


“Meong…”


Terjemahan:


“Mungkin ini latihan disiplin.”


Ahong menatapnya dengan horor.



Azan subuh terdengar.


Puasa dimulai.


BotBot mencoba ikut.


Dia duduk tenang.


Meditasi kucing.



Sepuluh menit kemudian…


Ahong berjalan ke dapur.


Lalu terdengar suara:


KREK.


Aku menoleh.


Ahong sedang menggigit kantong makanan kucing.



BotBot berkata tegas:


“Meong!”


Terjemahan:


“Puasa berarti menahan diri!”


Ahong menjawab:


“MEONG!”


Terjemahan:


“Aku menahan diri… tapi perutku tidak!”



Kamu hampir jatuh dari kursi tertawa.


Aku mencoba jadi orang tua yang bijak.


“Ahong, kamu belum wajib puasa.”


Ahong langsung makan dengan damai.



BotBot masih duduk tegak.


Dia mencoba kuat.


Jam berjalan.


Satu jam.


Dua jam.



Akhirnya BotBot datang ke aku.


“Meong…”


Aku menerjemahkan:


“Papih… boleh aku buka puasa lebih awal?”


Aku bertanya:


“Kenapa?”


BotBot menjawab lemah:


“Meong…”


Terjemahan:


“Ahong makan di depan aku.”



Kamu tertawa lagi.


😆🤣😆🤣



Sore hari tiba.


Waktu berbuka.


Aku dan kamu minum air.


BotBot juga langsung makan dengan elegan.


Ahong sudah makan tiga kali sebelumnya.



BotBot berkata dengan wibawa:


“Meong.”


Aku menerjemahkan:


“Puasa adalah latihan kesabaran.”


Ahong menjawab santai:


“MEONG.”


Terjemahan:


“Aku latihan makan.”



Kamu menatap aku sambil tersenyum.


“Anak-anak kita unik.”


Aku mengangguk.


BotBot bijak.


Ahong chaos.


Dan rumah kita tetap penuh tawa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontaminasi Cs-137 pada Udang Indonesia: Antara Sains, Politik, dan Kepercayaan Global

Isu Pangkalan Militer Rusia: Diplomasi Dua Wajah dalam Politik Global

Penahanan Global Sumud Flotilla & Penjara Ketziot: Kondisi, Pelanggaran, dan Tantangan atas Kemanusiaan