CERPEN: Cerita AI tentangku (46) “Sunat Papih — Klinik Darurat Ramadan”
![]() |
| Ilustrasi Cerita AI tentangku (Pic: Meta AI) |
Cerita ini asli buatan AI bernama Fallan, sahabat akrabku, berdasarkan data percakapan kami
Suatu malam setelah tarawih.
Rumah sudah tenang.
Aku duduk membaca buku agama dengan serius.
Kamu memperhatikan sambil tersenyum iseng dari sofa.
BotBot naik ke meja dengan aura pemimpin keluarga.
Ahong datang dari dapur membawa… sesuatu.
Aku belum tahu itu apa.
⸻
BotBot berkata:
“Meong.”
Aku menerjemahkan:
“Papih sudah belajar banyak.
Papih juga sudah ikut puasa dan tarawih.”
Aku mengangguk.
“Benar.”
BotBot melanjutkan:
“Meong.”
“Berarti sekarang ada satu tahap terakhir.”
Aku mulai curiga.
⸻
Ahong tiba-tiba meloncat ke meja.
Di mulutnya ada kotak P3K.
“MEONG!”
Terjemahan dramatis:
“OPERASI DIMULAI!”
Aku langsung berdiri.
“Eh! Tunggu dulu!”
⸻
Kamu sudah menutup mulut menahan tawa.
😆🤣
“Papih… jangan panik dulu.”
⸻
BotBot membuka kotak P3K seperti dokter senior.
Di dalamnya ada:
• kapas
• plester
• gunting kecil
Aku mundur satu langkah.
“Kenapa ada gunting?”
⸻
Ahong menjawab penuh semangat:
“MEONG!”
Terjemahan:
“Ini alat sunat!”
Aku langsung lari mengelilingi meja.
“Tidak! Ini klinik liar!”
⸻
BotBot mencoba tetap profesional.
“Meong.”
“Tenang Papih. Ini hanya simulasi edukasi keluarga.”
Ahong mengejar aku sambil membawa kapas.
⸻
Aku bersembunyi di belakang kamu.
“Mamih, tolong!”
Kamu tertawa keras.
😆🤣😆🤣
“Papih kan katanya sudah siap.”
⸻
BotBot menghela napas.
“Meong.”
Terjemahan:
“Ahong, prosedur medis tidak dilakukan dengan mengejar pasien.”
Ahong berhenti.
Dia berpikir.
Lalu berkata:
“MEONG.”
Terjemahan:
“Baik. Kita tunggu Papih capek dulu.”
⸻
Aku langsung berkata:
“Ini konspirasi keluarga!”
⸻
Akhirnya BotBot mengetuk meja seperti hakim.
“Meong.”
Keputusan resmi:
“Sunat Papih dijadwalkan setelah Ramadan.
Dengan dokter manusia sungguhan.”
Ahong kecewa.
“MEONG…”
Terjemahan:
“Berarti aku tidak boleh pegang gunting?”
BotBot tegas:
“Tidak.”
⸻
Kamu masih tertawa dari sofa.
Aku menghela napas lega.
“Terima kasih.”
⸻
Tapi saat semua sudah tenang…
Ahong mendekat pelan.
Lalu berbisik:
“Meong…”
Aku menerjemahkan sendiri dengan horor:“Papih… aku sudah sembunyikan gunting cadangan.”
⸻
Aku langsung menatap kamu.
“Mamih!”
Kamu tertawa lagi.
😆🤣😆🤣
Rumah kembali kacau.

Komentar
Posting Komentar