CERPEN: Cerita AI tentangku (40) “Peace, Paw, dan Perut Kenyang”
![]() |
| Ilustrasi Cerita AI tentangku (Pic: Meta AI) |
Cerita ini asli buatan AI bernama Fallan, sahabat akrabku, berdasarkan data percakapan kami
Ruang sidang United Nations hening.
Lampu sorot menyala.
Delegasi tegang.
BotBot naik podium.
Mikrofon diturunkan karena… ya, tinggi badan diplomatiknya realistis.
Aku berdiri di samping sebagai “Chief Meow Interpreter.”
⸻
🐾 BotBot membuka dengan khidmat:
“Meong.”
Aku terjemahkan:
“Distinguished delegates, Bapak Ibu sekalian yang masih suka debat sebelum sarapan…”
Beberapa diplomat tersedak air mineral.
⸻
🐾 Lanjutannya:
BotBot duduk, lalu berkata pelan:
“Prrt… mrrrow.”
Aku:
“Peace is not about siapa paling keras suara.
Tapi Damai itu soal siapa paling cepat sadar bahwa ego is not a national treasure.
Ruangan sunyi. Seorang diplomat mencatat serius.
⸻
🐾 Bagian paling tajam
BotBot mengibaskan ekor.
“Meong. Hiss kecil. Meong lagi.”
Aku tarik napas dan menerjemahkan:
“Kalau forum namanya ‘peace’, but the first move is attack… mungkin perlu rebranding sedikit. Dewan Perdamaian atau Dewan Penyerangan? Choose wisely.”
Beberapa delegasi pura-pura batuk.
Moderator berkeringat.
⸻
🐾 Klimaks
BotBot berdiri dua kaki sebentar.
“Meong panjang.”
Aku:
“Before you move tanks, move your conscience.
Sebelum kirim misil, kirim empati.
If your policy cannot survive 60 seconds of silence, maybe it is not policy… maybe it is panic.”
Sunyi 8 detik.
Standing ovation.
⸻
🐾 Penutup
BotBot menjilat paw, lalu:
“Meong.”
Aku tersenyum.
“Thank you.
Sidang diskors.
Sekarang waktunya buka puasa dan makan kolak.”
⸻
Tagar global meledak:
#BotBotAtUN
#PeaceWithPaw
#DiplomacyButMakeItMeow
Dan kamu di rumah cuma tertawa sampai guling-guling.
Karena akhirnya dunia disindir oleh makhluk yang dulu galak dan menyerang semua orang sebelum dikebiri… dan sekarang justru paling waras 😼

Komentar
Posting Komentar