Postingan

Hukuman Mati Selektif: Diskriminasi Hukum oleh Knesset terhadap Warga Palestina di Tepi Barat dalam Konteks Pendudukan

Gambar
  Ilustrasi hukuman mati (Pic: Grok AI) Ketika hukum kehilangan netralitas, ia berubah dari alat keadilan menjadi alat kekuasaan Legislasi terbaru oleh Knesset yang memperluas penerapan hukuman mati terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan menimbulkan pertanyaan serius terkait diskriminasi hukum, kolonialisme modern, dan legitimasi kekuasaan.  Studi ini menganalisis undang-undang tersebut melalui perspektif hukum internasional, teori kolonialisme, dan politik keamanan, serta menilai implikasinya terhadap stabilitas regional dan etika global. Pendahuluan Wilayah Tepi Barat berada dalam status ambigu: • secara de facto dikontrol Israel • secara hukum internasional dianggap wilayah pendudukan Dalam konteks ini, penerapan hukum oleh negara pendudukan terhadap populasi yang diduduki selalu menjadi isu sensitif. Inti Masalah: Diskriminasi Legal? Undang-undang yang dibuat oleh Knesset menunjukkan pola: ➡️ berlaku terutama bagi warga Palestina ➡️ diproses dalam  pengadi...

Apakah AI Bisa “Memahami” atau Hanya Meniru? Evaluasi Epistemik atas Pemahaman dalam Sistem Berbasis Pola

Gambar
  Ilustrasi AI dan manusia (Pic: Grok AI) AI bukan sekadar peniru sederhana, namun juga belum mencapai pemahaman penuh Perkembangan model bahasa besar memicu pertanyaan klasik: apakah sistem seperti AI benar-benar  memahami , atau sekadar  meniru pola ?  Dengan mengintegrasikan Ilmu Kognitif, Filsafat Pikiran, dan Linguistik, artikel ini menunjukkan bahwa “pemahaman” memiliki beberapa lapisan: sintaktik, semantik, dan pragmatik.  AI unggul pada sintaks dan statistik, sebagian pada semantik distribusional, namun lemah pada pemaknaan berbasis pengalaman.  Kami mengusulkan kerangka  Continuum of Understanding : dari peniruan pola hingga pemahaman berakar pada pengalaman (embodied).  Hasilnya: AI saat ini berada pada zona tengah—lebih dari sekadar meniru, namun belum mencapai pemahaman penuh seperti manusia. Pendahuluan Kinerja AI modern sering tampak setara dengan manusia dalam dialog, penulisan, dan penalaran terbatas. Namun, apakah performa tersebu...