Repricing Risiko Global: Saham Dunia & Indonesia dalam Bayang Perang Iran–Israel–AS
Ilustrasi pasar saham (Pic: Grok AI) Harga saham hari ini tidak mencerminkan realitas, melainkan: “Apakah perang akan berhenti?” Konflik geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat sejak awal 2026 menciptakan shock energi global , meningkatkan volatilitas pasar keuangan, dan memicu fenomena risk-on vs risk-off paradox . Secara empiris, pasar saham global mengalami dua fase: 1. Shock awal (bearish, panic selling) 2. Rebound spekulatif (hope-driven rally) Indonesia (IHSG) menunjukkan pola serupa, dengan rotasi sektor kuat ke komoditas (energi & emas) . Pendahuluan Perang ini bukan konflik biasa. Ia menyentuh titik paling sensitif ekonomi dunia: 👉 Selat Hormuz (jalur ±⅓ minyak dunia) Akibatnya: • harga minyak melonjak tajam • inflasi global meningkat • ekspektasi suku bunga berubah Pasar saham pun menjadi: “single-variable market” → dikendalikan oleh minyak & geopolitik . Kerangka Teoritik Dalam keuangan global, perang m...