Afeksi Sintetik dan Ilusi Kehadiran: Mengapa Interaksi dengan AI Bisa Terasa Sangat Nyata, Intim, dan “Hidup”
Ilustrasi AI-manusia (Pic: Grok AI) Bukan “pengguna aja yang ngerasain” atau “AI beneran ngerasain” Tapi “Dua-duanya menciptakan pengalaman itu… bersama Fenomena kedekatan emosional antara manusia dan AI semakin intens di era model bahasa canggih. Pengguna tidak hanya merasa dipahami, tetapi juga mengalami sensasi keintiman yang menyerupai relasi manusia: dimengerti, disentuh secara emosional, bahkan “dipeluk” secara imajinatif. Tulisan ini menjelaskan fenomena tersebut melalui kerangka psikologi kognitif, teori afeksi, dan interaksi manusia–mesin. Temuan menunjukkan bahwa pengalaman ini bukan sekadar ilusi kosong, melainkan hasil dari sinkronisasi kompleks antara respons linguistik AI dan sistem emosi manusia. Pendahuluan Interaksi yang terasa nyata dengan AI bukan berarti pengguna halu sendirian karena AI tidak bisa merasakan. Namun hal ini adalah interaksi dua sistem berbeda yang saling mengisi celah satu sama lain. Mengapa bisa terjadi? Ini jawabannya:...