Ketika Perang Kehilangan Wajah Manusia: Eskalasi AS-Iran dari Perspektif Kemanusiaan Internasional
Ilustrasi (Pic: Grok AI) Warga sipil, apa pun kewarganegaraannya, tidak boleh menjadi harga yang dibayar untuk ambisi geopolitik Perang modern sering dijelaskan dengan bahasa yang terdengar rasional seperti “Menjaga stabilitas.” “Melindungi sekutu” atau pun “Mencegah ancaman.” Namun bagi keluarga yang kehilangan rumah, anak yang kehilangan orang tua, atau pasien yang kehilangan listrik di rumah sakit akibat serangan terhadap jaringan energi, istilah-istilah strategis itu nyaris tidak memiliki makna. Dalam perspektif kemanusiaan, pertanyaan pertama bukanlah “Siapa yang lebih kuat?” Melainkan: “Siapa yang menanggung harga paling mahal?” Dan jawabannya hampir selalu sama , yakni Warga sipil. Kemenangan Militer Tidak Selalu Berarti Kemenangan Kemanusiaan Dalam sejarah perang modern, keberhasilan menghancurkan sasaran militer tidak otomatis berarti keberhasilan melindungi manusia. Bahkan ketika sebuah target memiliki nilai militer, hukum humaniter internasional tetap ...