Sisi “Liar” Kekuasaan: Dimensi Tersembunyi dalam Kepemimpinan Donald Trump & Benjamin Netanyahu
Ilustrasi Benjamin Netanyahu dan Donald Trump (Pic: Grok AI) Memahami politik tidak cukup hanya melalui institusi dan struktur, tetapi juga melalui keberanian untuk melihat sisi paling manusiawi—dan terkadang paling “liar” Dalam kajian politik kontemporer, kekuasaan kerap dipresentasikan sebagai hasil kalkulasi rasional negara. Namun, di balik konstruksi institusional tersebut, terdapat dimensi yang lebih sunyi dan jarang diungkap: dorongan psikologis, naluri bertahan, serta ambisi personal yang membentuk arah kebijakan. Artikel ini berangkat dari premis bahwa kepemimpinan tidak pernah sepenuhnya impersonal. Melalui analisis terhadap figur Donald Trump dan Benjamin Netanyahu , tulisan ini mengupas bagaimana sisi “liar” kekuasaan—yang beroperasi di antara rasionalitas dan insting—turut memengaruhi dinamika politik domestik maupun global. 1. Politik sebagai Perpanjangan Ego (Ego-Driven Statecraft) Intinya: Bukan negara yang membentuk keputusan… tapi ego...