Membebaskan Rakyat Iran atau Mengubah Rezim? Membaca Narasi Perang dengan Kacamata Ilmu Politik
Ilustrasi (Pic: Grok AI) Monopoli negara atas pembentukan narasi perang telah melemah karena meningkatnya akses masyarakat terhadap informasi, sumber alternatif, dan teknik verifikasi terbuka Sejak Perang Dingin, salah satu narasi yang paling sering digunakan negara besar adalah bahwa intervensi dilakukan untuk melindungi warga sipil, membela demokrasi, menghentikan diktator, atau menyelamatkan rakyat dari rezim yang represif. Narasi tersebut dikenal dalam literatur sebagai humanitarian justification atau democratic intervention . Masalahnya, di lapangan sering muncul paradoks. Jika tujuan utamanya melindungi rakyat, mengapa infrastruktur yang menopang kehidupan sipil ikut rusak? Hari ini, Iran menuduh AS menyerang infrastruktur sipil seperti jaringan rel kereta dan fasilitas kelistrikan. Washington membantah menargetkan warga sipil dan menyatakan sasaran mereka berkaitan dengan mobilitas logistik serta kemampuan militer Iran. Kedua narasi ini saling berte...