Pak Ogah di Selat Hormuz? Ketika Moral Kemanusiaan Bertemu Politik Kekuatan
Ilustrasi (Pic: Grok AI) Keamanan laut internasional bukan hanya hasil tindakan satu negara, melainkan juga kerja sama banyak negara melalui patroli, diplomasi, dan hukum internasional Dalam hubungan internasional, ada satu ironi yang terus berulang. Negara sering berkata “Kami berperang demi melindungi rakyat sipil.” Namun beberapa jam kemudian, target serangan meluas menjadi pembangkit listrik, pelabuhan, jembatan, jaringan komunikasi, bahkan fasilitas energi. Di sinilah muncul pertanyaan klasik: Kalau tujuan utamanya melindungi warga sipil, mengapa infrastruktur yang dipakai warga sipil ikut menjadi sasaran? Pertanyaan ini bukan hanya diarahkan kepada Amerika Serikat. Pertanyaan yang sama pernah ditujukan kepada Rusia, NATO, Israel, maupun berbagai negara lain dalam konflik modern. Mengapa Jembatan Bisa Menjadi Target Militer? Dalam hukum perang modern (International Humanitarian Law), sebuah objek sipil dapat kehilangan perlindungannya apabila digunakan untu...