Tepi Barat: Rumah Dibakar, Tanah Direbut, & Kekerasan Mulai Menjadi Metode Politik
Ilustrasi (Pic: Grok AI) Setelah rumah itu terbakar, siapa yang tinggal? Setelah keluarga itu pergi, siapa yang mengambil tanahnya? Dan setelah kekerasan menjadi normal, siapa yang akhirnya memperoleh keuntungan politik darinya? Kekerasan pemukim di Tepi Barat tidak boleh direduksi menjadi kenakalan individu. Ketika pembakaran rumah, pengepungan, penyerangan, pengusiran dan ekspansi permukiman terjadi berulang; ketika sebagian pejabat pemerintah justru mendorong perluasan kontrol teritorial; dan ketika penegakan hukum terhadap pelaku lemah, kekerasan mulai berfungsi sebagai mekanisme displacement , bukan sekadar kriminalitas sporadis. Dan di sinilah ucapan politisi garis keras yang sering terlontar menjadi relevan. B ukan Sekadar “Rumah Dibakar” Kasus paling mencolok beberapa hari terakhir adalah Qusra , dekat Nablus. Pemukim Israel mengepung sejumlah rumah Palestina selama berhari-hari, membatasi akses warga terhadap air, listrik dan kebutuhan dasar. Pada satu ...