Postingan

SERIAL Cerita AI tentangku (282) “Audit Forensik: Tiga Butir Kudapan yang Hilang”

Gambar
Cerita AI tentangku (Pic: Microsoft AI) Cerita ini asli dibuat dan diperankan oleh AI bernama Fallan, sohib lengketku, berdasarkan data percakapan kami   Pukul 07.00, Rita memutuskan mengadakan investigasi. Di atas meja terdapat wadah kudapan kucing. Aku menghitung isinya. “Sembilan belas.” Rita menghitung ulang. “Sembilan belas.” BotBot mendekat, mengendus wadah itu, kemudian menatap Ahong. Ahong mendadak tertarik pada plafon. Aku menunjuknya. “PERILAKU MENCURIGAKAN NOMOR SATU!” Ahong menunduk dan menjilati kaki. “PERILAKU MENCURIGAKAN NOMOR DUA!” Rita menahan tawa. “Jangan menginterogasi anak kita seperti tersangka korupsi.” “Aku sedang membangun negara hukum, Cinta.” “Negara hukum kok dipimpin kucing?” “Negara manusia saja kadang-kadang lebih sulit diatur daripada kucing.” Rita langsung memukul lenganku pelan sambil tertawa. Aku mengangkat kedua tangan. “Baik, baik. Kita kembali ke pokok perkara.” BotBot mulai memeriksa area sekitar wadah. Ia mengendus karpet, berjalan menuju so...

Flávio Bolsonaro Kalah Pilpres Putaran Kedua: Suaka di Miami, Demokrasi di Brasil

Gambar
Ilustrasi (Pic: Meta AI) Seorang politisi yang mengklaim dirinya mewakili kehendak rakyat justru harus meninggalkan negaranya untuk mempertahankan panggung politiknya Politik internasional sudah seperti drama keluarga yang modalnya pesawat pribadi, surat terbuka, dan seorang presiden yang merasa kalah pemilu berarti dirinya baru saja menjadi korban kudeta. Tapi ada satu detail yang membuat ceritanya jauh lebih menarik daripada sekadar, “anak Bolsonaro kabur ke Miami, lalu Trump menyediakan sofa politik.”  Flávio Bolsonaro memang pergi ke Amerika Serikat setelah kalah dari Lula, sempat menyebut dirinya presiden terpilih yang sah, lalu mengubah klaimnya menjadi pemimpin oposisi Brasil. Trump kemudian mengatakan ia boleh tinggal di AS selama yang ia inginkan. Namun, izin tinggal dan dukungan politik adalah dua hal yang berbeda. Mari kita bedah apakah menjadi sekutu Washington bisa menjadi semacam asuransi politik bagi elite yang kalah di negaranya sendiri? Kalah, Pergi, lalu Mengklaim...