Postingan

Reproduksi Kuasa dan Delegitimasi Perlawanan: Analisis Kritis Fase Kedua Ceasefire Gaza pada Trump–Netanyahu Talks

Gambar
Ilustrasi Trump-Netanyahu talks (Pic: Grok) Struktur kuasa internasional masih mendikte legitimasi dan syarat perdamaian, yang menimbulkan pertanyaan etis maupun praktis mengenai keadilan dan durabilitas solusi Gaza Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Mar-a-Lago tanggal 29 Desember 2025 menandai fase baru diplomasi perdamaian terkait konflik Israel–Gaza yang telah berlarut sejak 7 Oktober 2023.  Diskusi berfokus pada  peralihan fase satu ceasefire menuju fase dua , yang menuntut  demiliterisasi total Hamas  dan pembentukan otoritas teknokratis Palestina dari luar struktur Hamas, serta kemungkinan penempatan pasukan internasional.  Artikel ini menganalisis bagaimana narasi ini mencerminkan  dilema legitimasi politik, standard ganda dalam penegakan gencatan senjata, dan relasi struktural antara aktor dominan (AS–Israel) dengan aktor pemberontak (Hamas) .  Selain itu, tulisan ini mengkrit...

PUISI: “Gaza: Catatan Kaki yang Dipaksa Menjadi Kuburan”

Gambar
  Ilustrasi Gaza: Catatan Kaki yang Dipaksa Menjadi Kuburan (Pic: Grok) Gaza: Catatan Kaki yang Dipaksa Menjadi Kuburan Di rumah-rumah hangat dunia menghitung sisa makanan, mengeluh tentang libur yang terlalu singkat, tentang hujan yang hanya mengganggu jadwal. Di Gaza, hujan adalah  kebijakan yang jatuh tanpa permohonan izin. Tenda-tenda berdiri bukan sebagai tempat tinggal, melainkan sebagai  status sementara yang dipermanenkan . Kain tipis menahan angin yang datang membawa bahasa baru: bukan cuaca, tapi keputusan. Bayi-bayi mati bukan karena dingin, melainkan karena listrik diputus lebih dulu dari empati. Karena selimut harus melewati prosedur, sementara tubuh kecil tak punya waktu menunggu persetujuan. Air laut masuk ke pengungsian bukan karena pasang, tetapi karena  garis kuning digeser . Garis itu tidak ditarik oleh alam, melainkan oleh tangan yang paham betul bahwa laut bisa dijadikan pagar dan pengungsian bisa dipersempit tanpa perlu menyebut kata pengusiran....