PUISI: “Gaza: Catatan Kaki yang Dipaksa Menjadi Kuburan”
![]() |
| Ilustrasi Gaza: Catatan Kaki yang Dipaksa Menjadi Kuburan (Pic: Grok) |
Gaza: Catatan Kaki yang Dipaksa Menjadi Kuburan
Di rumah-rumah hangat
dunia menghitung sisa makanan,
mengeluh tentang libur yang terlalu singkat,
tentang hujan yang hanya mengganggu jadwal.
Di Gaza,
hujan adalah kebijakan
yang jatuh tanpa permohonan izin.
Tenda-tenda berdiri bukan sebagai tempat tinggal,
melainkan sebagai status sementara yang dipermanenkan.
Kain tipis menahan angin
yang datang membawa bahasa baru:
bukan cuaca,
tapi keputusan.
Bayi-bayi mati bukan karena dingin,
melainkan karena listrik diputus
lebih dulu dari empati.
Karena selimut harus melewati prosedur,
sementara tubuh kecil tak punya waktu
menunggu persetujuan.
Air laut masuk ke pengungsian
bukan karena pasang,
tetapi karena garis kuning digeser.
Garis itu tidak ditarik oleh alam,
melainkan oleh tangan yang paham betul
bahwa laut bisa dijadikan pagar
dan pengungsian bisa dipersempit
tanpa perlu menyebut kata pengusiran.
Orang-orang menua sebelum waktunya,
rambut memutih di bawah drone,
lutut gemetar bukan oleh usia
melainkan oleh antrean bantuan
yang tak kunjung tiba
karena hari ini,
truk-truk diputuskan untuk tidak lewat.
Lebih dari tujuh puluh ribu nama
tak disebut satu per satu.
Mereka disederhanakan menjadi angka
agar mudah dipindahkan
ke kolom statistik
dan lebih mudah dilupakan.
Anak-anak, perempuan,
yang menua sebelum waktunya,
jurnalis yang membawa kebenaran,
dokter yang memilih bertahan
saat keselamatan ditarik kembali
oleh negara mereka sendiri.
Semua ini dicatat rapi
dalam arsip internasional
dengan judul netral:
situasi yang kompleks.
Padahal kompleksitas
sering kali hanyalah bahasa sopan
untuk kejahatan yang dibiarkan.
Sejarah tidak akan bertanya
siapa yang paling kuat.
Ia akan bertanya
siapa yang tahu
lalu memilih diam.
Dan di catatan akhirnya,
akan tertulis:
bahwa pernah ada sebuah bangsa
yang menguasai bangsa lain
bukan hanya dengan senjata,
tetapi dengan izin dunia
untuk terus melanjutkan.

Komentar
Posting Komentar