Ceramah dari Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA dalam acara Haul Gus Dur ke-16 di Bengkel Akhlaq, Kota Batu


Oleh: Akaha Taufan Aminudin 


Berikut adalah rangkuman poin-poin penting dari pembicaraan beliau berdasarkan urutan waktu:


​1. Pembukaan dan Harapan untuk NU [00:02]

​Beliau menyapa para kiai dan pendekar Pagar Nusa yang hadir. Beliau memohon doa agar Allah memberikan perlindungan kepada Nahdlatul Ulama (NU) agar tetap utuh, bersatu, dan memberikan manfaat bagi umat serta bangsa Indonesia. Beliau juga berharap kesalahpahaman yang terjadi di internal PBNU segera berakhir [01:38].


​2. Empat Tingkatan Kekuatan Manusia [01:53]

​Kiai Said menjelaskan bahwa manusia memiliki kekuatan di luar fisik (jasmani), yaitu:

​Insting (Gorizah): Ketajaman dasar yang juga dimiliki hewan [02:10].

​Atifah (Feeling): Insting yang diasah melalui riyadah (latihan hati) dengan cara membuang penyakit hati seperti sombong, iri, egois, dendam, dan pamer (ria) [02:54].

​Firasat: Kekuatan untuk mengetahui sesuatu yang akan terjadi, yang dimiliki oleh orang yang benar-benar beriman [04:38].

​Makrifat (Intuisi): Cahaya langsung dari Allah (Nurun Mubasyir). Beliau mencontohkan Gus Dur sebagai orang yang memiliki kemampuan ini [05:51].


​3. Kesaksian tentang Intuisi Gus Dur [06:13]

​Beliau menceritakan beberapa kejadian di mana ucapan Gus Dur menjadi kenyataan:

​Gus Dur memprediksi dirinya akan menjadi Presiden saat sedang sakit setelah operasi [06:35].

​Gus Dur memprediksi Kiai Said akan menjadi Ketua Umum PBNU saat beliau baru berusia 40-an tahun [07:28].

​Gus Dur menyebut Prabowo Subianto adalah orang yang ikhlas dan akan menjadi presiden di masa depan [07:54].


​4. Tingkatan Zikir menurut Imam Ghazali [10:34]

​Beliau menjelaskan empat level zikir:

​Zikir Orang Fasik: Mulut berzikir tapi pikiran melayang ke pasar atau mal [10:49].

​Zikir Lisan & Hati: Mulut berucap, hati mengikuti maknanya [11:12].

​Zikir Alam: Menyadari semua yang ada adalah ciptaan Allah [11:12].

​Zikir Hakikat: Menyadari bahwa yang benar-benar wujud hanyalah Allah, sementara manusia hanya "meminjam" eksistensi sementara [11:28].


​5. Zikir, Doa, dan Wirid [13:40]

​Beliau membedakan antara:

​Zikir: Mengingat Allah melalui amal saleh [13:52].

​Doa: Memohon kepada Allah [14:03].

​Wirid: Mengharapkan anugerah dari Allah (warid) dengan metode dan hitungan tertentu [14:14].


​6. Prinsip Kepemimpinan dan Ikhlas [14:37]

​Kiai Said menekankan pentingnya membela kebenaran tanpa terpengaruh harta atau jabatan [14:52]. Beliau berbagi pengalaman saat memimpin PBNU, di mana beliau menerima siapa saja tanpa memandang status sosial, mulai dari jenderal hingga tukang bakso dan masyarakat kecil (wong cilik) [15:47].

​Video: Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA dalam acara Haul Gus Dur ke-16



Ahad Pahing 21 Desember 2025

Drs. Akaha Taufan Aminudin 

*Sisir Gemilang Kampung Baru Literasi SIKAB Himpunan Penulis Pengarang Penyair Nusantara HP3N Kota Batu Wisata Sastra Budaya SATUPENA JAWA TIMUR*



https://youtu.be/8QDuZWIHeTM?feature=shared

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontaminasi Cs-137 pada Udang Indonesia: Antara Sains, Politik, dan Kepercayaan Global

Isu Pangkalan Militer Rusia: Diplomasi Dua Wajah dalam Politik Global

Penahanan Global Sumud Flotilla & Penjara Ketziot: Kondisi, Pelanggaran, dan Tantangan atas Kemanusiaan