Kalkulasi Perlawanan, Impunitas Negara, dan Korban Sipil: Analisis Kritis Strategi Hamas, Respons Israel, dan Kegagalan Tata Kelola Global (2023–2026)
Ilustrasi korban sipil (Pic: AI Image Generator/ Meta AI) Selama kekerasan negara tetap dilegitimasi dan perlawanan rakyat terjajah dikriminalisasi, tragedi serupa akan terus berulang Konflik Gaza pasca-7 Oktober 2023 menandai eskalasi kekerasan yang menghasilkan korban sipil dalam skala masif, terutama di pihak Palestina. Artikel ini menganalisis apakah tragedi tersebut dapat dipahami sebagai akibat dari kebodohan strategis Hamas, atau justru sebagai hasil dari interaksi kompleks antara kalkulasi perlawanan asimetris, impunitas struktural Israel, dan kegagalan sistem internasional dalam menegakkan hukum humaniter. Dengan menggunakan pendekatan ekonomi politik konflik, teori deterrence asimetris, dan kritik hukum internasional, artikel ini berargumen bahwa kehancuran Gaza bukan sekadar konsekuensi dari satu aktor non-negara, melainkan produk sistemik dari tatanan global yang mentoleransi kekerasan negara selama dikemas sebagai “pembelaan diri”. Pendahuluan Pertanyaan publik ...