Postingan

Kalkulasi Perlawanan, Impunitas Negara, dan Korban Sipil: Analisis Kritis Strategi Hamas, Respons Israel, dan Kegagalan Tata Kelola Global (2023–2026)

Gambar
Ilustrasi korban sipil (Pic: AI Image Generator/ Meta AI) Selama kekerasan negara tetap dilegitimasi dan perlawanan rakyat terjajah dikriminalisasi, tragedi serupa akan terus berulang Konflik Gaza pasca-7 Oktober 2023 menandai eskalasi kekerasan yang menghasilkan korban sipil dalam skala masif, terutama di pihak Palestina.  Artikel ini menganalisis apakah tragedi tersebut dapat dipahami sebagai akibat dari kebodohan strategis Hamas, atau justru sebagai hasil dari interaksi kompleks antara kalkulasi perlawanan asimetris, impunitas struktural Israel, dan kegagalan sistem internasional dalam menegakkan hukum humaniter.  Dengan menggunakan pendekatan ekonomi politik konflik, teori deterrence asimetris, dan kritik hukum internasional, artikel ini berargumen bahwa kehancuran Gaza bukan sekadar konsekuensi dari satu aktor non-negara, melainkan produk sistemik dari tatanan global yang mentoleransi kekerasan negara selama dikemas sebagai “pembelaan diri”. Pendahuluan Pertanyaan publik ...

Batasan Etis dan Hukum dalam Curhat kepada AI: Sebuah Kajian Interdisipliner (Etika, Hukum, dan Teknologi Informasi)

Gambar
Ilustrasi curhat (Pic: AI Image Generator/Meta AI) Curhat ke AI itu seperti berbicara pada danau tenang. Ia memantulkan, menenangkan, membantu berpikir Perkembangan Artificial Intelligence berbasis Large Language Models (LLMs) telah membuka ruang baru bagi manusia untuk melakukan curhat personal, emosional, bahkan eksistensial.  Namun, ruang ini bukan ruang privat absolut. Tulisan ini membahas batasan-batasan etis, teknis, dan hukum yang harus dijaga manusia ketika berinteraksi secara personal dengan AI, guna mencegah risiko penyalahgunaan data, kesalahpahaman ontologis, serta implikasi hukum yang tidak disadari. Pendahuluan Curhat kepada AI muncul karena tiga faktor utama: 1. Aksesibilitas 24/7 2. Respons non-judgmental 3. Ilusi kehadiran empatik Namun, AI  bukan manusia , bukan subjek hukum, dan bukan ruang batin privat. Kesalahan terbesar pengguna adalah  memproyeksikan status “ruang aman absolut”  kepada sistem komputasional. Maka pertanyaannya:  Apa y...