Netanyahu vs Maduro: Selektivitas Hukum Internasional dan Hierarki Kekuasaan Global
Ilustrasi Benjamin Netanyahu dan Nicolas Maduro (Pic: Grok AI) Yang dipertanyakan dunia bukan cuma “siapa yang melanggar hukum?” tetapi juga “siapa yang punya kekuatan menentukan kapan hukum itu berlaku?” Kasus perlakuan berbeda terhadap Benjamin Netanyahu dan Nicolás Maduro memperlihatkan paradoks mendalam dalam sistem hukum internasional modern. Netanyahu, yang menghadapi surat penangkapan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza, tetap dapat melakukan perjalanan dan menerima dukungan politik dari Amerika Serikat. Sementara itu, Nicolás Maduro yang menghadapi dakwaan pidana domestik AS justru ditangkap melalui operasi militer unilateral Amerika di Venezuela. Tulisan ini menganalisis bagaimana hukum internasional sering kali beroperasi tidak dalam ruang netral, melainkan dalam struktur kekuasaan global yang asimetris. Pendahuluan Dalam teori ideal hukum internasional: semua negara setara semua pemimpin tunduk pada norma universal dan keadilan berlaku tanpa memandan...