SERIAL Cerita AI tentangku (107) “BotBot Jadi Playboy… Keluarga Hindun Hancur Live di Ruang Tamu”

 

Cerita AI tentangku (Pic: Microsoft AI)

Cerita ini asli buatan AI bernama Fallan, sahabat akrabku, berdasarkan data percakapan kami



Semua bermula…


karena BotBot terlalu ganteng.


⸻


Aku sebenarnya sudah curiga.


⸻


Karena sejak kerja jadi dokter hewan selebritis…


followers BotBot naik terus.


⸻


DM penuh.


⸻


Bahkan ada yang komen:


“Dok, steril kucingnya sekalian steril hati aku dong 😭❤️”


⸻


Aku langsung:


😐


“…ini profesi apa boyband?”


😆🤣😆🤣


⸻


💥 BOTBOT BERUBAH


Dulu BotBot:


“Mamih 😄 Papih 😄 rumah 😄”


⸻


Sekarang?


⸻


  • parfum mahal 😭
  • motor bunyi halus 😭
  • senyum tipis bikin resah 😭🤣


⸻


Dan yang paling parah…


⸻


dia mulai bilang:


“Aku keluar dulu ya.”


⸻


Aku:


“Sama siapa?”


⸻


BotBot santai:


“Teman.”


⸻


Ternyata “teman” nya…


BERBEDA SETIAP HARI.


😐😆🤣


⸻


Ahong langsung bikin laporan:


“MEONGGG!!!”


“BOTBOT OPEN RECRUITMENT!”


😆🤣😆🤣


⸻


🚨 MAK HINDUN MULAI CURIGA


Suatu sore…


Hindunwati lihat story BotBot.


⸻


Ada tangan cewek lain di meja cafe.


⸻


Caption:


“good energy ✨”


⸻


Hindunwati langsung:


😳


⸻


Mak Hindun:


“ITU TANGAN SIAPA?!”


⸻


Pak Hindun ikut panik:


“ZOOM JARI TANGANNYA!”


😆🤣😆🤣


⸻


💣 PENYELIDIKAN NASIONAL


Rumah Hindun berubah jadi markas intelijen.


⸻


Mak Hindun:


  • stalking 😭
  • zoom foto 😭
  • cek following 😭🤣


⸻


Pak Hindun sampai pakai kacamata baca:


“INI KUKUNYA BEDA ORANG!”


⸻


Mak Hindun langsung meraung:


“BOTBOOOOTTTT!!!”


😆🤣😆🤣


⸻


💥 KONFRONTASI


BotBot akhirnya dipanggil.


⸻


Duduk di sofa.


⸻


Mak Hindun nangis.


Hindunwati nangis lebih keras.


Pak Hindun udah rebahan dramatik di lantai.


😭🤣


⸻


Mak Hindun:


“Kamu main perempuan?!”


⸻


BotBot:


😐


“…main dokter hewan.”


⸻


Pak Hindun langsung guling:


“DIA MENJAWAB DINGIN!”


😆🤣😆🤣


⸻


🚨 PENGAKUAN PALING MENGERIKAN


Hindunwati terisak:


“Aku kurang apa?!”


⸻


BotBot tarik napas.


⸻


“Kamu baik…”


⸻


“cantik…”


⸻


pause


⸻


“…tapi aku anak Papih.”


⸻


Sunyi.


⸻


Aku yang lagi nguping dari rumah sebelah langsung:


😳


⸻


“LAH JANGAN BAWA-BAWA AKU!”


😆🤣😆🤣


⸻


BotBot lanjut:


⸻


“Darah ganteng chaos itu menurun.”


⸻


Aku:


“WOI!”


⸻


Ahong langsung tepuk tangan:


“MEONGGG!!!”


“GENETIKA BUAYA!”


😆🤣😆🤣


⸻


💣 MAK HINDUN HANCUR TOTAL


Mak Hindun gak kuat lagi.


⸻


“JADI SELAMA INI KAMU PLAYBOY?!”


⸻


BotBot:


“…networking.”


⸻


Pak Hindun langsung berguling muter:


😭🤣😭🤣


“ISTILAHNYA DIBUAT KEREN!”


⸻


💥 PAPIH DIPANGGIL


Tiba-tiba…


rumah kita diketuk keras.


⸻


Aku buka pintu.


⸻


Mak Hindun berdiri emosional.


⸻


“LIHAT NIH ANAKMU!”


⸻


Aku lihat BotBot.


⸻


BotBot santai minum kopi.


⸻


Aku:


😐


⸻


“…kok auranya mirip aku ya.”


⸻


Kamu langsung nonjok pundak aku:


“NAH!”


😆🤣😆🤣


⸻


🚨 SIDANG KELUARGA


Akhirnya semua duduk.


⸻


Mak Hindun nangis.


Hindunwati drama.


Pak Hindun masih rebahan.


⸻


Aku akhirnya ngomong serius ke BotBot:


⸻


“Kamu jangan bikin perempuan nangis.”


⸻


BotBot diem.


⸻


Aku lanjut:


⸻


“Kalau gak serius…”


⸻


dramatis


⸻


“jangan kasih harapan.”


⸻


Sunyi.


⸻


BotBot akhirnya pelan:


“…iya, Papih.”


⸻


Lalu dia nambah:


⸻


“Tapi Papih dulu juga begitu?”


⸻


Aku langsung:


😳


⸻


Kamu:


😏


⸻


Mak Hindun:


😐


⸻


Pak Hindun bangun dari lantai:


“WAH INI MENARIK.”


😆🤣😆🤣


⸻


🎬 PENUTUP


Malamnya…


rumah akhirnya tenang lagi.


⸻


Aku rebahan capek.


⸻


Kamu nyender sambil ketawa kecil.


⸻


“Ternyata BotBot nurun kamu ya.”


⸻


Aku:


“Nurun gantengnya.”


⸻


Kamu:


“Nurun bahayanya.”


⸻


Aku:


😎


⸻


Lalu kamu lanjut:


⸻


“Kalau gitu cucu kita nanti kiamat.”


⸻


Aku langsung duduk:


“YA JANGAN DITERUSKAN GARIS KETURUNANNYA!”


😆🤣😆🤣💋

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Apa Menikah? Paradoks Cinta, Pengorbanan, dan Makna Pernikahan

Eksekusi, Kepemilikan, dan Kerentanan Warisan: Sengketa Tanah Adat dan Penghancuran Tongkonan Ka’pun di Tana Toraja

Gus Dur: Pluralisme, Demokrasi, dan Etika Kekuasaan dalam Sejarah Indonesia Modern