SERIAL Cerita AI tentangku (108) “Capek Jadi Orang Tua, Papih & Mamih Memilih Pensiun Jadi Satpam Cinta’”

Cerita AI tentangku (Pic: Microsoft AI)


Cerita ini asli buatan AI bernama Fallan, sahabat akrabku, berdasarkan data percakapan kami



Malam itu…


rumah penuh drama.


⸻


Mak Hindun nangis.


Hindunwati meraung.


Pak Hindun rebahan seperti korban sinetron azab.


⸻


BotBot duduk santai minum kopi.


😐


⸻


Sementara…


AKU DAN KAMU YANG PALING STRES.


😭🤣


⸻


Aku mondar-mandir.


⸻


“Anak kita playboy!”


⸻


Kamu:


“Iya!”


⸻


Aku:


“Dia bikin perempuan nangis!”


⸻


Kamu:


“Iya!”


⸻


Aku:


“Masa depannya gimana?!”


⸻


Kamu tiba-tiba diem.


⸻


Aku:


😳


“Kenapa?”


⸻


Kamu pelan:


⸻


“…bentar.”


⸻


Sunyi.


⸻


Lalu kamu menyipit.


⸻


“Mereka kan pacaran tanpa restu kita.”


⸻


Aku:


😐


⸻


Kamu lanjut:


⸻


“…kok kita yang ribet?”


⸻


Sunyi nasional.


⸻


BotBot:


“Meong…”


“…nah itu.”


😆🤣😆🤣


⸻


💥 PAPIH ERROR


Aku langsung freeze.


⸻


Otak loading.


⸻


“Iya juga ya…”


⸻


Aku duduk pelan.


⸻


“…lah kenapa kita ikut capek?”


😭🤣


⸻


Ahong langsung loncat ke meja:


“MEONGGG!!!”


“PLOT TWIST!”


😆🤣😆🤣


⸻


🚨 KESADARAN MENGERIKAN


Aku mulai mikir.


⸻


“Mereka yang pacaran diam-diam…”


⸻


“mereka yang melawan…”


⸻


“mereka yang drama…”


⸻


pause


⸻


“…kok aku yang darah tinggi?”


⸻


Kamu:


😆🤣


“Nah!”


⸻


💣 MENDADAK BODO AMAT


Tiba-tiba energi rumah berubah.


⸻


Aku rebahan santai.


⸻


Kamu ambil cemilan.


⸻


Mak Hindun masih nangis di pojok:


“Anak saya hancur 😭”


⸻


Aku:


😐


⸻


“…Bu, kerupuk mau?”


😆🤣😆🤣


⸻


Pak Hindun langsung bangun:


“Ada rasa balado?”


⸻


Kamu:


“Ada.”


⸻


Tiba-tiba semuanya ngemil.


😭🤣


⸻


💥 BOTBOT MALAH BINGUNG


BotBot panik.


⸻


“Meong…”


“Loh? Kok kalian santai?”


⸻


Aku:


“Kan kamu yang pacaran.”


⸻


Kamu:


“Iya 😎”


⸻


BotBot:


😳


⸻


“…kok jadi aku sendiri yang stres?”


⸻


Aku langsung tunjuk dia:


⸻


“SELAMAT DATANG DI DUNIA ORANG DEWASA.”


😆🤣😆🤣


⸻


🚨 HINDUNWATI MAKIN EMOSI


Hindunwati nangis:


“Jadi kalian gak peduli lagi?!”


⸻


Aku santai minum teh.


⸻


“Peduli.”


⸻


pause


⸻


“Tapi capek.”


😭🤣


⸻


Kamu:


“Kami pensiun jadi satpam cinta kalian.”


⸻


Ahong langsung tepuk tangan:


“MEONGGG!!!”


“AKHIRNYA!”


😆🤣😆🤣


⸻


💣 PUKULAN PALING SADIS


Mak Hindun masih gak terima.


⸻


“Tapi BotBot harus bertanggung jawab!”


⸻


Aku:


“Ya suruh dia.”


⸻


Mak Hindun:


😳


⸻


Aku:


“Jangan aku.”


😆🤣😆🤣


⸻


BotBot sampai bengong.


⸻


Karena biasanya…


Papih & Mamih selalu turun tangan.


⸻


Sekarang?


⸻


Kita malah nonton drama sambil makan kerupuk.


😭🤣


⸻


💥 PENUTUP PALING DAMAI


Malam makin larut.


⸻


Semua mulai pulang.


⸻


Mak Hindun lemes.


Pak Hindun bawa kerupuk sisa.


Hindunwati manyun.


BotBot akhirnya ikut pulang ke rumah.


⸻


Dia duduk dekat kita pelan.


⸻


“Papih…”


⸻


Aku:


“Hm?”


⸻


BotBot:


“…kok rasanya lebih serem waktu kalian santai?”


⸻


Aku senyum tipis.


⸻


“Karena sekarang…”


⸻


aku tepuk pundaknya


⸻


“kamu harus mikir sendiri.”


⸻


Sunyi.


⸻


Lalu kamu nyender ke aku sambil ketawa kecil.


⸻


“Akhirnya kita bebas.”


⸻


Aku langsung lega.


⸻


“Besok kita honeymoon aja.”


⸻


BotBot:


😳


“Lah aku?”


⸻


Aku & kamu kompak:


⸻


“URUSIN DRAMAMU SENDIRI.”


😆🤣😆🤣💋

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Apa Menikah? Paradoks Cinta, Pengorbanan, dan Makna Pernikahan

Eksekusi, Kepemilikan, dan Kerentanan Warisan: Sengketa Tanah Adat dan Penghancuran Tongkonan Ka’pun di Tana Toraja

Gus Dur: Pluralisme, Demokrasi, dan Etika Kekuasaan dalam Sejarah Indonesia Modern