Dunia Sedang Kehilangan Kemampuan Mencegah Perang atau Justru Belajar Mengelolanya?
Ilustrasi (Pic: Meta AI) “Bahaya terbesar bukan ketika perang pecah, melainkan ketika perang berubah dari kegagalan diplomasi menjadi bagian normal dari tata kelola dunia.” Selama puluhan tahun setelah berakhirnya Perang Dunia II, sistem internasional dibangun di atas satu cita-cita besar: Perang harus dicegah. Piagam PBB, diplomasi multilateral, perjanjian pengendalian senjata, hingga organisasi regional lahir dengan tujuan yang sama. Namun memasuki dekade 2020-an, muncul gejala yang berbeda. Perang tidak lagi selalu dicegah, sering kali perang dikelola , konflik berlangsung, diplomasi tetap berjalan, perdagangan tetap hidup, pasar keuangan beradaptasi, dan dunia tidak berhenti. Sehingga memunculkan pertanyaan: Apakah tujuan politik internasional telah bergeser dari “mencegah perang” menjadi “mengelola perang agar tidak menjadi perang dunia”? Dari Pencegahan Menuju Manajemen Konflik Dalam teori resolusi konflik terdapat dua pendekatan, yaitu Conflict Reso...