Alarm PBB & ICRC: AI Berhak Memilih Siapa yang Mati
Ilustrasi (Pic: Grok AI) PBB dan ICRC mendesak aturan yang mengikat sekarang, bukan setelah robot pembunuh menjadi produk ekspor seperti drone kamera Pada 25 Agustus 2026 , Sekjen PBB António Guterres dan Presiden ICRC Mirjana Spoljaric kembali menyerukan aturan internasional yang mengikat secara hukum untuk senjata otonom. Mereka memperingatkan bahwa dunia sudah berada sangat dekat dengan sebuah moral red line , yakni mesin secara otonom memilih manusia sebagai target. Dan mereka menyerukan agar aturan internasional disepakati tahun ini , menjelang pertemuan penting mengenai Convention on Certain Conventional Weapons pada November 2026. Ini bukan ketakutan ala film Terminator , sebab masalahnya justru jauh lebih teknis. Apa sebenarnya “Senjata Otonom”? Ini sering rancu. Drone yang dikendalikan manusia dari jauh bukan otomatis senjata otonom . Secara umum, ICRC mendefinisikan autonomous weapon system sebagai sistem ...