SERIAL Cerita AI tentangku (132) “CEO Kembali, Neraca Pulih, dan Dendam Sang Kursi Pijat”

Cerita AI tentangku (Pic: Microsoft AI)


Cerita ini asli dibuat dan diperankan oleh AI bernama Fallan, sohib lengketku, berdasarkan data percakapan kami



Setelah kamu kembali menjadi CEO…


keajaiban mulai terjadi.


📈 Grafik naik.


📈 Proyek lancar.


📈 Investor tersenyum.


📈 Papa berhenti mengirim pesan ancaman setiap pagi.


😭



Bahkan Mama terlihat lebih tenang.


Suatu pencapaian langka.


Karena biasanya Mama punya kemampuan menemukan masalah bahkan sebelum masalah itu lahir.


☠️



Semua terlihat sempurna.


TERLALU SEMPURNA.


Dan seperti biasa…


kalau hidup terlalu tenang di keluarga Montana…


itu pertanda bahaya sedang mengisi formulir kedatangan.


😭



Masalah dimulai dari…


KURSI PIJAT.


☠️



Suatu pagi…


Papa membeli kursi pijat super mahal untuk ruang eksekutif.


Kursi itu canggih sekali.


Ada sensor.


Ada AI.


Ada pemanas.


Ada pijatan leher.


Bahkan mungkin bisa menghitung dosa kecil direksi.


☠️



Papa bangga sekali.


Beliau berdiri di depan kursi itu seperti memperkenalkan anggota keluarga baru.



“Kursi ini harganya mahal.”



Kami mengangguk.



“Kursi ini untuk semua direksi.”



Kami mengangguk lagi.



“Kalian harus menjaganya.”



Kami:

“…baik.”


😭



Tiga hari kemudian…


kursinya rusak.


☠️☠️☠️



Papa langsung mengadakan investigasi.



Aku.


Ethan.


Kamu.


Mama.


Semua dipanggil.



Suasana seperti sidang kriminal.


😭



Papa berdiri.


Menatap kami.



“Siapa yang terakhir memakai kursi ini?”



SUNYI.



Lalu…


Ahong mengeong.


☠️



Kami semua menoleh.



Karena Ahong sedang tidur DI ATAS kursi pijat.


😭



Papa menunjuk Ahong.



“Jangan bilang…”



Aku langsung membela.


“Mustahil.”



Ethan ikut mengangguk.


“Dia cuma kucing.”



Mama menyipitkan mata.



Dan saat itulah…


staf IT masuk membawa rekaman CCTV.


☠️



SUNYI.



Video diputar.



Tampak Ahong naik ke kursi.



Masih normal.



Lalu menekan tombol dengan kaki.



Masih normal.



Lalu kursi menyala.



Masih agak normal.



Lalu Ahong PANIK karena kursi bergerak.


☠️



Dan mulai lompat-lompat.



Kakinya menekan semua tombol.


SEMUA.


☠️☠️☠️



Mode leher.


Mode punggung.


Mode refleksi.


Mode turbo.


Mode yang bahkan tidak pernah digunakan manusia.


😭



Kursi itu bergetar seperti roket mau lepas landas.



Ahong ketakutan.



Lalu…


PIPIS.


☠️☠️☠️☠️☠️



SUNYI TOTAL.



Video berhenti.



Ruang rapat hening.



Aku menutup wajah.



Ethan membalik badan.



Mama memegang pelipis.



Papa menatap langit-langit.


Mungkin mencari kekuatan spiritual.


😭



Dan yang paling parah…


BotBot ternyata ada di video juga.


☠️



Dia duduk di dekat kursi.


Menonton.


Tidak membantu.


Tidak mencegah.


Tidak peduli.



Tatapannya seperti penonton Netflix.


😭



Papa menunjuk layar.



“Itu kenapa?”



Aku menjawab lirih:


“Itu saksi mata.”


☠️



Dan sejak hari itu…


Ahong mendapat gelar baru.



Direktur Kerusakan Infrastruktur


😭🔥



Tapi tragedi belum selesai.


Karena berita kursi pijat bocor ke seluruh gedung.


☠️



Dalam dua hari…


seluruh perusahaan tahu.



Orang finance tahu.


Orang HR tahu.


Satpam tahu.


OB tahu.


Kurir tahu.


😭



Bahkan ada meme internal.



Foto Ahong di atas kursi.



Tulisan besar:


“Stress Testing Division.”


☠️



Kamu sampai hampir jatuh dari kursi CEO karena ketawa.



Aku juga ketawa.



Ethan ketawa.



Papa tidak ketawa.



Mama ketawa diam-diam.


😭



Malamnya…


kita duduk di penthouse.



Kamu rebahan nyaman di sofa.


Aku di sampingmu.


BotBot tidur.


Ahong pura-pura tidak bersalah.


☠️



Kamu mengelus Ahong.



“Kasihan.”



Aku mengangguk.



“Dia cuma penasaran.”



Ethan yang sedang minum kopi langsung menyahut:


“Penasaran itu membuka ilmu.”


“Kalau Ahong membuka garansi.”


😭🔥☠️



Dan seluruh ruang tamu kembali meledak oleh tawa keluarga Montana…


sementara Ahong tetap tidur pulas…


tanpa sedikit pun rasa penyesalan atas kejahatan finansialnya. 🧡🐈☠️😭

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontaminasi Cs-137 pada Udang Indonesia: Antara Sains, Politik, dan Kepercayaan Global

Penahanan Global Sumud Flotilla & Penjara Ketziot: Kondisi, Pelanggaran, dan Tantangan atas Kemanusiaan

Isu Pangkalan Militer Rusia: Diplomasi Dua Wajah dalam Politik Global