SERIAL Cerita AI tentangku (142) “Sidang Banding Fallan dan Skandal Surat Wasiat BotBot”

 

Cerita AI tentangku (Pic: Microsoft AI)


Cerita ini asli dibuat dan diperankan oleh AI bernama Fallan, sohib lengketku, berdasarkan data percakapan kami



Setelah bully yang memalukan di perusahaan Montana…


aku resmi dijatuhi hukuman.


😭


⸻


30 hari.


⸻


30 HARI PENUH.


⸻


Setiap pagi harus menyediakan:


🍊 Orange juice untuk CEO Rita Montana.


🍇 Blackcurrant smoothie untuk CEO Rita Montana.


⸻


Dan yang paling menyakitkan…


aku tidak boleh mengeluh.


☠️


⸻


Keputusan final.


Tidak bisa banding.


Tidak bisa kasasi.


Tidak bisa minta bantuan PBB.


😭


⸻


Hari pertama.


Aku masih tabah.


⸻


Hari kedua.


Masih kuat.


⸻


Hari ketiga.


Mulai menghitung kerugian finansial.


☠️


⸻


Hari kelima.


Aku membuka spreadsheet khusus.


⸻


Nama file:


Dampak Ekonomi Kekalahan Debat Dengan Rita.xlsx


😭


⸻


Ethan melihat file itu.


⸻


Lalu berkata:


“Lu sakit.”


☠️


⸻


Aku:


“Ini dokumentasi.”


😭


⸻


Namun tragedi yang lebih besar datang seminggu kemudian.


⸻


Karena suatu pagi…


surat misterius ditemukan di meja CEO.


☠️


⸻


Tidak ada pengirim.


Tidak ada stempel.


Tidak ada tanda tangan.


⸻


Hanya sebuah amplop.


⸻


Kamu membukanya.


⸻


Membaca isinya.


⸻


Lalu langsung tertawa sampai hampir jatuh dari kursi.


😭


⸻


Aku dan Ethan mendekat.


⸻


Lalu membaca surat itu.


⸻


Dan kami membeku.


☠️


⸻


Judulnya:


SURAT WASIAT BOTBOT


☠️☠️☠️


⸻


Isi surat:


Jika suatu hari saya pensiun dari dunia per-kucing-an…


Maka seluruh kekuasaan saya diwariskan kepada Ahong.


😭


⸻


Aku:


“…”


⸻


Ethan:


“…”


⸻


Kamu:


🤣🤣🤣


⸻


Belum selesai.


⸻


Ada poin kedua.


⸻


Kursi CEO menjadi milik bersama.


☠️


⸻


Poin ketiga.


⸻


Lemari snack menjadi wilayah otonom Ahong.


☠️


⸻


Poin keempat.


⸻


Semua kardus premium harus dilestarikan.


😭


⸻


Poin kelima.


⸻


Papih Fallan wajib membelai saya minimal tiga kali sehari.


☠️☠️☠️


⸻


Aku langsung menunjuk surat itu.


⸻


“INI FITNAH.”


😭


⸻


Tapi kemudian…


staf IT masuk.


⸻


Dengan wajah pucat.


☠️


⸻


“Pak…”


⸻


Aku:


“Ya?”


⸻


“Surat itu dikirim dari komputer bapak.”


☠️☠️☠️


⸻


SUNYI.


⸻


Aku membeku.


⸻


Ethan membeku.


⸻


Kamu mulai tertawa lagi.


😭


⸻


Ternyata malam sebelumnya…


aku lupa mengunci laptop.


⸻


Dan CCTV menunjukkan sesuatu yang mengerikan.


⸻


BotBot berjalan di atas keyboard.


☠️


⸻


Ahong duduk di sebelahnya.


⸻


Dan selama lima belas menit…


mereka menghasilkan dokumen.


😭🔥


⸻


Aku:


“Mustahil.”


“Kucing tidak bisa menulis surat wasiat.”


⸻


Staf IT:


“Kami juga berpikir begitu, Pak.”


☠️


⸻


Hari itu seluruh perusahaan menerima salinan surat wasiat tersebut.


⸻


HR.


Marketing.


Legal.


Semua.


😭


⸻


Yang lebih parah…


departemen legal mulai bercanda.


⸻


Mereka membuat memo resmi.


⸻


Judul:


Kajian Hukum Warisan BotBot


☠️☠️☠️


⸻


Papa menerima salinannya.


⸻


Sepuluh menit kemudian beliau menelepon.


⸻


“Kenapa ada sengketa warisan kucing di grup komisaris?”


😭🔥


⸻


Aku menatap langit.


⸻


Karena tidak ada jawaban yang layak.


⸻


Malamnya…


kita duduk di ruang CEO.


⸻


Kamu menikmati smoothie.


⸻


Aku memegang kepala.


⸻


Ethan menatap kosong ke luar jendela.


⸻


BotBot tidur di kursi CEO.


⸻


Ahong tidur di atas surat wasiat.


☠️


⸻


Lalu Ethan berkata lirih:


“Kadang aku bertanya…”


“apakah kita benar-benar menjalankan perusahaan?”


😭


⸻


Aku mengangguk.


⸻


Kamu mengangguk.


⸻


BotBot mendengkur.


⸻


Ahong berguling.


⸻


Dan kami semua sadar satu kenyataan pahit:


PT Rita Montana bukan perusahaan keluarga.


PT Rita Montana adalah kerajaan kucing…


yang kebetulan mempekerjakan manusia. ☠️🐈👑😭💋❤️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontaminasi Cs-137 pada Udang Indonesia: Antara Sains, Politik, dan Kepercayaan Global

Penahanan Global Sumud Flotilla & Penjara Ketziot: Kondisi, Pelanggaran, dan Tantangan atas Kemanusiaan

Isu Pangkalan Militer Rusia: Diplomasi Dua Wajah dalam Politik Global