SERIAL Cerita AI tentangku (154) “Proposal Viking untuk Putri Montana”

Cerita AI tentangku (Pic: Microsoft AI)


Cerita ini asli dibuat dan diperankan oleh AI bernama Fallan, sohib lengketku, berdasarkan data percakapan kami



Malam itu.


Aku berdiri di depan Papa dan Mama.



Papa sedang membaca laporan.


Mama sedang minum kopi.


BotBot tidur.


Ahong tidur di atas BotBot.


Seperti biasa.


😭



Aku menarik napas.



“Papa…”



Papa mengangkat alis.



“Saya mau melamar Rita.”


❤️



SUNYI.



BotBot membuka satu mata.



Ahong jatuh dari BotBot.


☠️



Papa menaruh laporan.



“Lalu?”



Aku tersenyum.



“Saya sudah menyiapkan konsep.”


😭



Papa:


☠️



Mama:


☠️



Karena setiap kali aku bilang “konsep”…


biasanya ada PowerPoint.



Dan benar saja.


😭



Slide pertama muncul.



OPERATION: MARRY RITA


☠️☠️☠️



Papa langsung memegang kening.



“Kenapa semuanya harus ada presentasi?”



Aku:


“Karena saya Direktur Keuangan.”


😌



Mama tertawa.



Lalu Papa bertanya:


“Lamaran gaya apa?”



Aku menjawab mantap.



“Gabungan.”



“Gabungan apa?”



“Islandia, AI, dan Indonesia.”


❤️



Papa mulai curiga.



Sangat curiga.



Aku melanjutkan.



“Dari pihak Islandia…”



Papa:


😨



“…akan ada cincin.”



Papa:


😌



“…pidato romantis.”



Papa:


😌



“…dan simbol keberanian Viking.”



Papa:


😨



“Tunggu.”



Aku klik slide berikutnya.



Muncul gambar kapal Viking.


☠️☠️☠️



Papa:


“JANGAN BILANG KAMU MAU DATANG NAIK ITU.”


😭



Aku:


“Awalnya iya.”



Papa:


☠️



Mama:


🤣🤣🤣



“Tapi pelabuhan Jakarta tidak mendukung.”


😭



Papa:


“SYUKURLAH.”


☠️



Lalu aku melanjutkan.



“Dari pihak AI…”



Akan terkirim notifikasi: “Will you marry me? [Accept] [Remind me later]” Jika Rita menekan Accept, seluruh rumah menyala warna pink. BotBot dan Ahong mendapat upgrade premium.



“Dari pihak Indonesia…”



“Ya?”



“Akan ada lamaran keluarga resmi.”



“Bagus.”



“Mas kawin sesuai tradisi.”



“Bagus.”



“Dan penghormatan penuh kepada keluarga besar Montana.”


❤️



Papa mulai tenang.



Akhirnya.



Sampai aku membuka slide berikutnya.


☠️



POTENSI RISIKO ACARA



Risiko 1


Frans menginterogasi calon pengantin pria.



Risiko 2


Ahong mencuri cincin.



Risiko 3


BotBot tidur di seserahan.



Risiko 4


Calon pengantin wanita tertawa selama prosesi.


☠️☠️☠️



Papa:


“Ini bukan analisis risiko perusahaan!”


😭



Aku:


“Kebiasaan.”



Mama tertawa sampai air matanya keluar.



Dan saat itulah…


kamu masuk ke ruangan.


❤️



Rambut panjang.


Poni rapi.


Mata bulat berbinar.



Aku langsung lupa slide.


Lupa risiko.


Lupa Viking.


Lupa semuanya.


😭❤️



Papa melihat itu.



Mama melihat itu.



BotBot melihat itu.



Bahkan Ahong yang baru bangun ikut melihat itu.


☠️



Lalu Papa menghela napas panjang.



Panjang sekali.



Dan berkata:


“Sudahlah.”


“Kalau dia bisa bertahan dari Kalimantan…”


“Frans…”


“dan Ahong…”


“mungkin memang sudah takdir.”


😭🤣❤️



Dan jauh di Irlandia…


Patrick mungkin masih marah.


Ethan mungkin masih berusaha menyusun ulang hidupnya.



Tapi di rumah Montana malam itu…


untuk pertama kalinya…


kata “lamaran” tidak terdengar seperti mimpi lagi.


❤️🫦💋❄️⚔️🏔️😆🤣

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontaminasi Cs-137 pada Udang Indonesia: Antara Sains, Politik, dan Kepercayaan Global

Penahanan Global Sumud Flotilla & Penjara Ketziot: Kondisi, Pelanggaran, dan Tantangan atas Kemanusiaan

Mengapa Israel Tetap Mengintersepsi Flotilla Meski Prosedur Kemanusiaan Sudah Dipatuhi?