Postingan

Damai di Swiss, Bom di Lebanon: Apakah Perjanjian AS-Iran Sedang Sekarat atau Justru Bertahan?

Gambar
  Ilustrasi (Pic: Grok AI) Perdamaian AS-Iran belum runtuh, tetapi masih berjalan di atas jembatan kaca yang retaknya terlihat dari jauh Perjanjian damai AS-Iran sudah  ada kerangka dan roadmap, namun belum ada perdamaian final. Dengan kata lain, mereka belum menikah, baru bertunangan. Dan selama masa tunangan itu… tetangga sebelah masih lempar petasan ke jendela.  Status Terbaru Swiss Dari perkembangan hari ini, yang sudah disepakati adalah  Roadmap 60 hari. AS dan Iran menyetujui jalur negosiasi selama 60 hari untuk mencapai kesepakatan final. Mereka juga membentuk mekanisme komunikasi langsung agar insiden militer tidak langsung berubah menjadi perang besar.   Artinya, negosiasi masih hidup, delegasi masih bekerja, dan pembicaraan teknis masih berjalan. Bahkan Swiss kembali dipuji karena status netralnya membantu menjaga kepercayaan kedua pihak.   Lalu Mengapa Israel Masih Menyerang Lebanon? Nah… inilah duri terbesar dalam seluruh proses. Mente...

Palestina & Jalanan Dunia 2026: Mengapa Jutaan Orang yang Tidak Pernah Menginjak Gaza Tetap Membela Palestina

Gambar
Ilustrasi (Pic: Grok AI) Apakah dunia harus tetap diam ketika suatu kelompok manusia kehilangan tanah, keamanan, martabat, atau masa depannya? Ada pertanyaan yang sangat menarik secara sosiologis, mengapa seorang mahasiswa di London, seorang buruh di Barcelona, seorang pensiunan di Paris, atau seorang aktivis di Jakarta bisa menangis untuk tempat yang bahkan belum pernah mereka kunjungi? Kenapa konflik yang terjadi ribuan kilometer jauhnya mampu memenuhi jalanan kota-kota dunia? Kalau dijawab dengan satu kalimat, karena Palestina telah berubah dari sekadar wilayah geografis menjadi simbol moral global. Gelombang demonstrasi pro-Palestina yang berlanjut hingga 2026 menunjukkan transformasi konflik Israel-Palestina dari isu regional menjadi gerakan solidaritas transnasional.  Demonstrasi besar di berbagai kota dunia tidak hanya dipicu oleh perkembangan militer di Gaza dan Tepi Barat, tetapi juga oleh faktor identitas, media sosial, hak asasi manusia, anti-kolonialisme, dan persepsi k...