Idul Fitri sebagai Survival Ritual di Gaza dan Tepi Barat: Analisis Human Security, Disrupsi Sosial, dan Ketahanan Simbolik
Ilustrasi kondisi idhul fitri di Gaza (Pic: Grok AI) Idul Fitri di Gaza dan Tepi Barat tidak lagi sekadar perayaan keagamaan, melainkan telah bertransformasi menjadi simbol ketahanan dalam kondisi krisis Artikel ini menganalisis transformasi perayaan Idul Fitri di Gaza dan Tepi Barat dalam konteks konflik bersenjata yang berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan human security dan teori disrupsi sosial, penelitian ini menunjukkan bahwa ritual keagamaan mengalami pergeseran dari fungsi perayaan menuju mekanisme bertahan hidup ( survival ritual ). Studi ini berargumen bahwa dalam kondisi krisis kemanusiaan, Idul Fitri tidak hanya kehilangan dimensi materialnya, tetapi juga mengalami redefinisi sebagai simbol ketahanan psikososial di tengah kehancuran struktural. Pendahuluan Idul Fitri secara tradisional dipahami sebagai momen rekonsiliasi sosial, kelimpahan, dan perayaan kolektif setelah Ramadan. Namun, dalam konteks konflik berkepanjangan di Gaza dan Tepi...