Mengapa Iran Tidak Tumbang dalam Eskalasi Iran–Israel–AS 2026? Analisis Resiliensi Negara, Nasionalisme Perang, dan Dinamika Asimetris
Ilustrasi nasionalisme perang (Pic: Grok AI) Dalam sejarah perang, yang paling berbahaya bukan negara yang lemah tapi negara yang terpojok… lalu memilih tidak mundur Artikel ini menganalisis ketahanan Iran dalam menghadapi serangan militer intensif dari Israel dan Amerika Serikat selama konflik 2026. Meskipun mengalami kerugian signifikan pada infrastruktur militer dan energi, Iran tidak menunjukkan tanda-tanda runtuh, melainkan meningkatkan eskalasi konflik. Menggunakan pendekatan state resilience , rally-around-the-flag effect , dan teori konflik asimetris, penelitian ini menunjukkan bahwa tekanan eksternal justru memperkuat kohesi internal, meningkatkan legitimasi rezim, serta mendorong strategi balasan yang lebih agresif. Studi ini berargumen bahwa dalam konflik modern, kehancuran material tidak selalu berbanding lurus dengan keruntuhan politik. Pendahuluan Dalam banyak asumsi klasik, serangan militer besar terhadap suatu negara akan melemahkan atau bah...