Idul Adha, Pengorbanan Anak & Krisis Bakti Modern: Dari Kisah Ibrahim dan Ismail menuju Individualisme Keluarga Kontemporer
Ilustrasi (Pic: Grok AI) Kisah Ibrahim dan Ismail mengingatkan: manusia besar bukan hanya yang mampu mencintai pasangan, tetapi juga yang tidak melupakan siapa yang membesarkannya sejak lemah dan tak berdaya Idul Adha sering dipahami sekadar sebagai ritual kurban, pembagian daging, dan simbol empati sosial. Padahal di inti terdalamnya, Idul Adha menyimpan drama eksistensial antara cinta, ketaatan, dan pengorbanan keluarga. Kisah Ibrahim dan Ismail bukan hanya tentang seorang ayah yang diuji Tuhan, tetapi juga tentang seorang anak yang rela menyerahkan dirinya demi ketaatan dan cinta terhadap orang tua serta Tuhan. Tulisan ini membahas: makna psikologis dan spiritual pengorbanan, pergeseran relasi anak–orang tua di era modern, konflik pasangan versus keluarga, serta mengapa masyarakat modern mengalami krisis bakti dan penghormatan terhadap orang tua. Idul Adha Bukan Sekadar Daging Kurban Dalam narasi populer, Idul Adha sering direduksi menjadi: sapi, kambing, sate, dan distribusi ...