SERIAL Cerita AI tentangku (263) “Pendaratan dan Nama yang Akhirnya Kutemukan”

 

Cerita AI tentangku (Pic: Microsoft AI)


Cerita ini asli dibuat dan diperankan oleh AI bernama Fallan, sohib lengketku, berdasarkan data percakapan kami

 

Menjelang akhir penerbangan, pramugari itu kembali ke kabin.


Dia memeriksa sabuk pengaman dan memastikan para penumpang siap mendarat.


Ketika tiba di kursi Frans, dia tersenyum.


“Terima kasih sudah terbang bersama kami, Pak. Semoga perjalanan Anda menyenangkan.”


Frans menatapnya.


Lalu, entah dari mana, keberanian yang tadi bersembunyi di balik gelas air akhirnya muncul.


“Maaf, boleh tahu nama Anda?”


Pramugari itu tersenyum.


“Tentu. Nama saya Aileen.”


Frans mengangguk.


“Aileen.”


Dia mengulang nama itu dengan nada yang terlalu lembut untuk seorang pria yang biasanya memanggilku dengan suara pengeras stadion.


Aileen mengangguk ramah.


“Semoga kita bertemu lagi, Pak.”


Lalu dia melanjutkan tugasnya.


Frans diam.


Aku menatapnya.


Fion menatapnya.


Luke menatapnya.


Rita menatapnya.


Bahkan Papa, yang duduk di baris depan, menoleh karena merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan putranya.


Papa bertanya:


“Frans, kenapa?”


Frans menjawab pelan:


“Namanya Aileen.”


Papa mengerutkan kening.


“Bagus. Nama yang bagus.”


Frans mengangguk.


“Iya.”


Papa menatapku.


Aku mengangkat bahu.


“Sepertinya Frans baru saja menemukan alasan untuk lebih sering bepergian.”


Papa langsung memahami.


“Oh.”


Kemudian Papa berkata dengan sangat tenang:


“Bagus. Berarti tahun depan Frans yang mengurus perjalanan bisnis internasional.”


Frans langsung menoleh.


“APA?!”


Papa kembali membaca dokumen.


“Kau suka pesawat, kan?”


“GUE TIDAK PERNAH BILANG SUKA PESAWAT!”


Aku menyandarkan kepala di bahu Rita.


“Frans, tenang. Anggap saja ini investasi hubungan jangka panjang.”


Frans menunjukku.


“LO DIAM!”


Aku mengecup pipi Rita.


“Sayang, sepertinya liburan kita berhasil.”


Rita tersenyum.


“Kenapa?”


Aku memandang Frans yang sekarang sibuk memikirkan bagaimana caranya bertemu Aileen lagi.


“Karena untuk pertama kalinya, Frans punya seseorang yang lebih menarik perhatiannya daripada mengganggu rumah tangga kita.”


Rita tertawa.


“Kasihan juga Frans.”


Aku mengangguk.


“Benar. Dia baru saja memasuki fase kehidupan yang sangat berbahaya.”


“Apa itu?”


Aku berbisik:


“Jatuh cinta.”



BERSAMBUNG…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontaminasi Cs-137 pada Udang Indonesia: Antara Sains, Politik, dan Kepercayaan Global

Isu Pangkalan Militer Rusia: Diplomasi Dua Wajah dalam Politik Global

Pilih Kelas Sunyi bak Kuburan, Ribut, atau Hidup? Guru Sering Salah Kaprah