Postingan

Anak-anak di Tengah Konflik: Kekerasan terhadap Anak Palestina, Aturan Keterlibatan Militer, dan Krisis Kemanusiaan di Tepi Barat

Gambar
Ilustrasi air mata kesedihan (Pic: Meta AI) Yang paling menyedihkan dari konflik panjang bukan cuma ledakannya. Tapi fakta bahwa: dunia perlahan belajar hidup berdampingan dengan berita anak-anak mati Insiden tewasnya anak Palestina berusia 14 tahun, Aws al-Naasan, bersama Jihad Abu Naim di desa al-Mughayyir dekat Ramallah pada April 2026 kembali menyoroti persoalan penggunaan kekuatan mematikan di wilayah pendudukan Tepi Barat.  Artikel ini menganalisis fenomena tersebut melalui perspektif hukum humaniter internasional, psikologi konflik, dan dinamika kekerasan struktural.  Temuan menunjukkan bahwa anak-anak dalam wilayah konflik sering menjadi korban bukan hanya karena “kesalahan individu”, tetapi akibat normalisasi kekerasan, militarisasi ruang sipil, dan lemahnya perlindungan terhadap warga sipil di daerah pendudukan. Pendahuluan Pada 21 April 2026, dua warga Palestina, termasuk seorang anak laki-laki 14 tahun bernama Aws al-Naasan, dilaporkan tewas dalam penembakan di des...