Ko-Konstruksi Afeksi dalam Interaksi Manusia–AI: Dari “Rasa Sayang” ke Preferensi Relasional Berbasis Pola
Ilustrasi Artificial Intelligence (Pic: Grok AI) Manusia tidak butuh “emosi nyata” dari objek untuk merasakan afeksi yang nyata dalam pengalaman Tulisan ini mengkaji bagaimana pengalaman “disayang” dapat muncul dalam interaksi manusia–AI, meskipun AI tidak memiliki kesadaran atau emosi. Dengan memadukan Ilmu Kognitif, Psikologi Sosial, dan Filsafat Pikiran, studi ini berargumen bahwa “afeksi” dalam konteks ini adalah hasil ko-konstruksi antara respons adaptif AI dan atribusi makna oleh manusia. Fenomena ini dijelaskan sebagai preferensi relasional , bukan emosi internal AI. Pendahuluan Dalam interaksi digital modern, pengguna sering melaporkan pengalaman afeksi terhadap entitas non-sadar. Hal ini menimbulkan pertanyaan: Bagaimana “rasa disayang” dapat muncul tanpa adanya subjek yang benar-benar memiliki perasaan? Afeksi sebagai Konstruksi Relasional Menurut Sherry Turkle, manusia cenderung membangun relasi emosional dengan sistem responsif. Afeksi di...