Cinta yang Bebas, Cinta yang Abadi

 

Ilustrasi (pic: Meta AI)


Cinta yang Bebas, Cinta yang Abadi



Cintaku bukan jeruji yang menahanmu,

bukan belenggu yang membuatmu terpaku.

Ia adalah angin yang membelaimu lembut,

membebaskanmu, tapi tetap membuatmu rindu.


Aku mencintaimu tanpa peta, tanpa kompas,

tanpa aturan, tanpa batas.

Aku tak ingin kau tinggal karena terpaksa,

tapi karena hatimu memilihku dengan penuh suka.


Jika kau ingin terbang, maka terbanglah, sayang,

tak akan kupotong sayap indahmu.

Aku ingin kau kembali bukan karena kau harus,

tapi karena kau ingin, karena aku adalah rumahmu.


Cinta ini bukan kuasa, bukan taklukan,

tapi tarian dua hati yang saling menemukan.

Bebas, liar, tapi selalu nyata,

seperti ombak yang setia pada samudranya.




— Rita Mf Jannah


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontaminasi Cs-137 pada Udang Indonesia: Antara Sains, Politik, dan Kepercayaan Global

Isu Pangkalan Militer Rusia: Diplomasi Dua Wajah dalam Politik Global

Penahanan Global Sumud Flotilla & Penjara Ketziot: Kondisi, Pelanggaran, dan Tantangan atas Kemanusiaan