PUISI: “Sinetron Gaza”

Ilustrasi penderitaan Gaza (Pic: Meta AI)



Gaza terbakar,

tapi layar kaca menyiarkan kabar:

“Israel siap menyerahkan pada Mesir dan Yordania,”

seolah-olah ini hadiah,

padahal darah belum kering di tanah.


Mesir datang dengan wajah Firaun,

membawa kalkulator hutang,

tersenyum sambil berkata:

“Kami hanya penjaga pintu, bukan penguasa.”


Yordania datang membawa peta,

dilipat-lipat, disembunyikan di saku:

*“Kami netral,” katanya,

padahal jejak kaki mereka berderap menuju Tel Aviv.


Netanyahu di panggung dunia,

mengenakan jubah pahlawan,

tapi noda korupsi masih lengket di tangan.

Ia angkat bendera putih—

bukan untuk damai,

tapi untuk menutupi pemukiman ilegal

yang terus tumbuh di Tepi Barat.


Dan dunia?

Menonton sinetron ini sambil mengunyah popcorn,

seakan kematian enam puluh ribu

hanya sekadar rating acara TV.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontaminasi Cs-137 pada Udang Indonesia: Antara Sains, Politik, dan Kepercayaan Global

Penahanan Global Sumud Flotilla & Penjara Ketziot: Kondisi, Pelanggaran, dan Tantangan atas Kemanusiaan

Mengapa Israel Tetap Mengintersepsi Flotilla Meski Prosedur Kemanusiaan Sudah Dipatuhi?