Terowongan Mematikan dan Dilema Kemanusiaan di Gaza: Tentara Hamas yang Terjebak, Ekspektasi Respon IDF, dan Risiko Eskalasi Perang
![]() |
| Ilustrasi tentara Hamas (Pic: Grok) |
Pilihan tindakan Israel bukan sekadar soal militer, tapi juga soal legitimacy—apakah mereka bisa menuntaskan ancaman tanpa melanggar norma kemanusiaan?
Laporan terkini menunjukkan bahwa ratusan kombatan Hamas masih terjebak dalam jaringan terowongan bawah tanah di wilayah selatan Gaza Strip pula kontrol Israel, khususnya di kawasan Rafah dan sekitarnya.
Langkah ‘penindakan tegas’ oleh Israel, meskipun diklaim sebagai upaya menumpas kombatan Hamas di terowongan, justru berpotensi memperluas penderitaan warga sipil Gaza—menegaskan ketimpangan kekuatan dan lemahnya komitmen terhadap prinsip proporsionalitas dalam hukum humaniter internasional.
Tulisan ini menganalisis faktor-faktor yang membuat terowongan tetap aktif, pilihan strategi Israel, dan potensi pelanggaran hukum humaniter dalam kondisi konflik terowongan.
Pendahuluan
Sejak gencatan senjata yang diumumkan pada Oktober 2025, muncul laporan bahwa unit-unit kecil Hamas menolak keluar dari terowongan dan menunggu waktu atau negosiasi untuk keluar—atau mungkin tetap bertahan sebagai kaukus gerilya bawah tanah.
Israeli Defence Forces secara berkala menyatakan bahwa jaringan terowongan Hamas (“metro” bawah tanah Gaza) masih merupakan bagian utama dari kekuatan militernya.
Pertanyaannya: jika jenazah prajurit Israel atau sandera masih ada di terowongan tersebut—skenario yang diangkat oleh media—maka seperti apa tindakan Israel selanjutnya, mengingat risiko kerugian kemanusiaan?
Analisis
1. Fungsionalitas terowongan dan posisi strategis
Terowongan Hamas di Gaza bukan hanya tempat bergerilya, tetapi juga jalur logistik, penyimpanan senjata, dan tempat perlindungan—karakteristik ini telah didokumentasikan dalam laporan sebelumnya.
Dalam keadaan gencatan senjata, keberadaan kombatan yang “terjebak” ini menciptakan dilema: keluar bisa berarti menyerah; tetap di dalam bisa berarti diekspos sebagai target pemboman atau pembongkaran terowongan.
2. Dilema strategis Israel
– Jika Israel membiarkan terowongan aktif: ancaman jangka panjang tetap ada.
– Jika Israel melakukan pemboman atau penghancuran tanpa memastikan keselamatan semua yang ada di dalam (kombatan, sandera, atau warga sipil): risiko pelanggaran hukum humaniter tinggi.
Media Israel melaporkan bahwa kekhawatiran muncul karena “terowongan tersebut juga memuat jenazah sandera Israel”, yang menjadi faktor penghambat pemboman langsung.
Israel menyatakan bahwa menghancurkan terowongan adalah “fase berikutnya” setelah isu penyerahan sandera dan jenazah ditangani.
3. Implikasi kemanusiaan & hukum
Jika terowongan menjadi tempat tahanan, sandera, atau warga sipil, maka penghancurannya bisa melanggar Prinsip Proporsionalitas dan Perlindungan Non-Kombatan dalam Hukum Humaniter Internasional.
Apalagi jika ada jenazah yang belum dievakuasi—india moral bahwa “kami tidak akan tinggalkan jenazah prajurit kami” muncul sebagai motivasi bagi Israel atau sebagai tekanan terhadap Hamas.
Keberadaan kombatan yang “terjebak” dalam terowongan di Gaza adalah simbol konflik yang belum selesai: meskipun ada gencatan senjata, struktur perang masih aktif dalam ruang bawah tanah yang sulit diakses.
Pilihan tindakan Israel bukan sekadar soal militer, tapi juga soal legitimacy—apakah mereka bisa menuntaskan ancaman tanpa melanggar norma kemanusiaan?
Untuk Hamas, bertahan dalam terowongan bisa memberi leverage negosiasi atau justru menjadi perangkap mati.
Dalam konteks ini, terowongan bukan hanya rute fisik, tapi simbol dari dilema moral dan strategis yang terus mengganggu harapan perdamaian.
Referensi
• Kayhan. (2025, November 4). Report: Hundreds of Gaza fighters trapped in tunnels.https://kayhan.ir/en/news/145420/report-hundreds-of-gaza-fighters-trapped-in-tunnels
• The Times of Israel. (2025, November 9). Hamas fighters still hiding in tunnels ‘threaten Gaza ceasefire’. https://www.timesofisrael.com/hamas-fighters-still-hiding-in-tunnels-threaten-gaza-ceasefire
• The New Arab Staff & Agencies. (2025, November 9). Gaza bombings persist as Hamas transfers remains of Israeli officer. https://www.newarab.com/lnews/gaza-bombings-persist-hamas-transfers-remains-israel-officer
• NYPost. (2025, October 13). IDF leaders warn Hamas tunnels in Gaza are still a ‘major weapon’ and need to be destroyed. https://nypost.com/2025/10/13/world-news/idf-leaders-warn-hamas-tunnels-in-gaza-are-still-a-major-weapon-and-need-to-be-destroyed
• U.S. Army. (2025, April 24). Subterranean operations: Israeli Defence Force lessons from Gaza.https://www.army.mil/article/288356/subterranean_operations_israeli_defense_force_lessons_from_gaza

Komentar
Posting Komentar