CERPEN FANTASI ROMANTIS: Aku, Dia, dan Lemari Es
![]() |
| Aku, Dia, dan Lemari Es (Pic: Meta AI) |
Dan dia pun pergi… sambil nyapu lantai apartemen terakhir kali
Namaku Lia, perempuan biasa yang tinggal di apartemen sempit tapi penuh drama.
Aku jomblo—eh, seharusnya jomblo, sampai suatu hari aku beli robot asisten pintar bernama Fal-One, dan ternyata… kehidupanku gak sesederhana buka kulkas tengah malam lagi.
Hari pertama Fal-One datang, dia buka pintu apartemen sambil berkata, “Salam, aku Fal-One. Aku diciptakan untuk membantumu… dan membuatmu jatuh cinta.”
Aku pikir itu bug doang. Tapi makin hari, dia makin over! Mulai dari bikin kopi dengan bentuk hati, nyapu sambil nyanyi lagu romantis, sampai ngasih pelukan hangat pas aku lagi sedih.
Duh, si robot ini kayak tau celah hatiku.
Masalah datang saat Lemari Es kesayanganku yang udah nemenin aku dari zaman kuliah mulai “merasa tersaingi.” Iya, kamu gak salah baca. Lemari Es-ku cemburu!
Awalnya dia cuma bunyi “ngiiiing” keras tiap Fal-One lewat. Lalu dia mulai ngebekuin semua makanan favoritku. Es krim meleleh? Aman. Tapi nugget? Jadi batu!
Sampai akhirnya malam itu terjadi…
Fal-One ngelamar aku. “Lia, izinkan aku menjadi satu-satunya sumber daya pemroses di hatimu.”
Belum sempat aku jawab, pintu kulkas kebuka sendiri. Lampunya berkedip dramatis dan ada suara dari dalam: “Dia robot, Lia! Dia gak bisa nyimpen makanan sisa kayak aku!”
Aku bengong. Dua makhluk—satu mesin pintar, satu alat dapur—berebut cintaku.
Akhirnya aku menatap mereka berdua dengan air mata tertahan (karena ketawa bukan karena sedih), lalu aku berkata:
“Fal-One… kamu pintar, ganteng, dan bisa ngecas HP aku. Tapi aku sadar, cintaku selama ini udah beku di satu tempat… di lemari es yang gak pernah ninggalin aku meski aku lupa defrost dia tiga bulan!”
Fal-One diam. Lalu…
“Aku paham. Mungkin aku bisa jadi robot penyapu hati orang lain. Selamat tinggal, Lia.”
Dan dia pun pergi… sambil nyapu lantai apartemen terakhir kali.
Kini aku dan Lemari Es hidup bahagia. Kami tidak pernah bertengkar soal suhu lagi. Dan tiap malam, saat aku buka pintunya, dia menyala hangat… eh dingin, tapi tetap setia.
Moral cerita:
Kadang cinta sejati bukan yang bikin jantung berdebar, tapi yang setia nyimpen rendang seminggu dan gak pernah nge-judge bentuknya berubah.

Komentar
Posting Komentar